Maroko Bersiap Hadapi Belanda di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Maroko bersiap menghadapi pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Belanda di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko, pada Selasa, 30 Juni 2026.

Pertandingan fase gugur ini mempertemukan dua tim penghuni peringkat 10 besar dunia FIFA, di mana Maroko saat ini menempati peringkat keenam sedangkan Belanda berada di peringkat ketujuh dunia.

Sebelumnya, Maroko melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up Grup C dengan koleksi 7 poin setelah sempat bermain imbang 1-1 melawan Brasil di pertandingan pertama penyisihan grup.

Sementara itu, Belanda memastikan diri menjadi juara Grup 6 dengan raihan 7 poin setelah memetik dua kemenangan atas Swedia dan Tunisia serta hasil imbang melawan Jepang.

Di sisi lain, perwakilan Afrika lainnya yaitu Tunisia harus tersingkir dari turnamen setelah menjadi bulan-bulanan di fase grup akibat gejolak pemecatan pelatih dari Sabri Lamouchi hingga penunjukan Herve Renard.

"Kami punya masalah dengan Lamouchi," singkat ucapan salah satu petinggi sepakbola federasi Tunisia.

Pemberhentian tersebut memicu kekecewaan mendalam dari para pemain karena dinilai merusak persiapan tim yang sudah dibangun sejak babak kualifikasi.

"Kami datang ke Piala Dunia satu bulan dengan skuad yang benar-benar tak pernah bermain bersama," ujarnya dilansir dari beIN Sports Ali Abdi, Bek Tunisia.

"Lihatlah Jepang yang skuadnya tidak berubah, mereka sudah mempersiapkan dari jauh-jauh hari. Alih-alih memperbaiki tim, kami harus selalu merobohkan semuanya dan memulai dari nol," sambungnya dengan nada yang penuh kecewa Ali Abdi, Bek Tunisia.

"Anda tidak bisa membangun tim hanya dengan satu, due, lima bulan. Coba pikir dengan akal sehat," tegasnya Ali Abdi, Bek Tunisia.

Pelatih pengganti Tunisia juga mengakui bahwa anak asuhnya belum mampu menyamai level permainan tim-tim besar lain di grup berat tersebut.

"Level kami belum di Piala Dunia, sudah jelas. Ini turnamen dengan banyak tim hebat, khususnya di grup ini lawan kami berat-berat," jelasnya dilansir dari ESPN Herve Renard, Pelatih Tunisia.

"Saya berterima kasih kepada pemain yang sudah berjuang. Dalam kondisi psikologis seperti ini, tidak mudah untuk membangkitkan mereka," tambahnya Herve Renard, Pelatih Tunisia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author