Pemerintah Resmikan Pabrik Baterai EV Karawang Akhir Juli 2026
Pemerintah Indonesia bersiap meresmikan pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi di Karawang, Jawa Barat pada akhir Juli 2026, yang kini telah memiliki kepastian pembeli dari pabrikan otomotif Jepang, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.
Proyek strategis ini dikerjakan secara kolaboratif oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam), konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia Battery Corporation (IBC), serta konsorsium asal China yang terdiri dari CATL, Brunp, dan Lygend (CBL).
"Kalau saat ini yang buyer existing yang sudah ada sudah pasti ada itu dari EV dan itu dari pabrikan Jepang," kata Direktur Utama IBC Aditya Farhan Arif.
Langkah komersialisasi ini didukung penuh oleh proyeksi pasar global, di mana IBC mencatat bahwa baterai berbasis nikel atau nickel-mangan-cobalt (NMC) memiliki daya saing kuat untuk mengimbangi popularitas baterai lithium iron phosphate (LFP) karena volume permintaannya yang terus melonjak tajam.
"Tapi secara volume sebetulnya katoda jenis NMC itu permintaannya meningkat, karena memang size dari marketnya sendiri meningkat dengan sangat tajam. Apabila kita mengacu pada teknologi per hari ini saja, kita masih sangat optimis bahwa kita bisa memasarkan baterai ion lithium berbasis katoda nikel kita," kata Aditya Farhan Arif dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Jakarta pada Senin (2/2/2026).
Kondisi pasar domestik saat ini masih didominasi oleh kendaraan listrik asal China yang menggunakan baterai jenis LFP, seperti BYD, Jaecoo, Aion, Denza, Geely, GWM Chery, DFSK, MG, Polytron, Seres, Nissan, Toyota, VinFast, Wuling, Xpeng, hingga Changan.
Kepastian mengenai jadwal peresmian fasilitas produksi ini juga ditegaskan oleh pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) setelah melakukan pertemuan langsung dengan Presiden di istana negara.
"Tadi kami melakukan rapat dengan Bapak Presiden. Yang pertama adalah untuk mengevaluasi daripada program hilirisasi. Karena beberapanya sudah jalan, kami juga melapor kepada Bapak Presiden bahwa program hilirisasi kita untuk ekosistem baterai mobil yang kerjasama antara CATL dan Antam itu sudah selesai dan insyaallah akan diresmikan nanti di bulan Juli akhir. Itu sudah selesai," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia setelah melangsungkan rapat bersama Presiden Prabowo pada Senin (22/6/2026).