Kapal Tanker Minyak Qatar Diserang di Selat Hormuz
Ketegangan di jalur energi dunia kembali meningkat setelah sebuah kapal tanker yang mengangkut minyak asal Qatar diserang menggunakan proyektil tidak dikenal di Selat Hormuz pada Sabtu (27/6/2026). Dilansir dari Bloombergtechnoz, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris melaporkan insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada bagian anjungan kapal tanker. Meski demikian, seluruh awak kapal dilaporkan selamat dan tidak ada dampak kerusakan lingkungan yang ditimbulkan.
Merespons serangan ini, Pusat Informasi Maritim Gabungan (JMIC) langsung menaikkan status ancaman bagi kapal-kapal komersial di kawasan tersebut menjadi substansial. JMIC juga memperluas rute Oman agar kapal dapat melintas dari dua arah secara bersamaan serta merilis peringatan potensi ranjau.
Organisasi Maritim Internasional sebelumnya telah memberikan peringatan mengenai keberadaan sekitar 80 ranjau yang diduga ditanam di Selat Hormuz. Berdasarkan perjanjian damai sementara antara Amerika Serikat dan Iran, pihak Teheran seharusnya bertanggung jawab penuh untuk membersihkan bahan peledak tersebut.
Insiden ini menjadi serangan kedua terhadap kapal dagang dalam pekan yang sama, setelah sebelumnya kapal kontainer Ever Lovely juga diserang. Serangan tersebut sempat memicu aksi balasan dari militer Amerika Serikat terhadap aset-aset Iran di wilayah tersebut. Data dari Kpler menunjukkan kapal yang menjadi target merupakan kapal tanker super dengan muatan penuh yang berasal dari Qatar. Arus lalu lintas minyak di kawasan tersebut sebenarnya sempat meningkat menyusul kesepakatan damai sementara yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump.