Austria dan Aljazair Incar Kemenangan demi Lolos Babak 32 Besar
Tim nasional Austria dan Aljazair bersiap melakoni pertandingan penentu babak penyisihan Grup J Piala Dunia 2026 di GEHA Field di Arrowhead Stadium, Kansas City, pada Sabtu, 27 Juni 2026 malam waktu setempat. Pertandingan krusial ini menjadi perebutan tiket otomatis menuju babak 32 besar karena kedua tim saat ini sama-sama mengoleksi tiga poin di klasemen sementara.
Skenario klasemen menunjukkan bahwa tim yang finis di peringkat kedua Grup J akan menghadapi juara Grup H yang kemungkinan besar dihuni oleh Spanyol. Sementara itu, tim peringkat ketiga berpeluang menghadapi lawan yang relatif lebih mudah, yaitu Swiss, sehingga muncul spekulasi mengenai insentif untuk menghindari kemenangan.
Pelatih kepala Austria, Ralf Rangnick, membantah keras anggapan bahwa timnya sengaja mengincar hasil imbang atau kekalahan demi mendapatkan jalur fase gugur yang lebih menguntungkan.
"No, definitely not." kata Ralf Rangnick, Pelatih Kepala Austria.
Mantan manajer Manchester United tersebut menegaskan bahwa kalkulasi turnamen tidak akan mengubah target utama timnya di atas lapangan sejak menit pertama.
"Once we start we will know, but it will not influence our match. … If we have a draw tomorrow, we can go on, but we cannot go into a match and just say, 'We'll play for a draw.'" ujar Ralf Rangnick, Pelatih Kepala Austria.
Situasi ini juga memicu ingatan publik terhadap peristiwa sejarah kelam Piala Dunia 1982 yang dikenal sebagai "Disgrace of Gijon", saat Jerman Barat dan Austria bermain pasif untuk menyingkirkan Aljazair.
"My players — if they knew anything about this at all — probably read about it in the newspaper over the last few days, weeks, or months, but I don't think it will have any impact on tomorrow's game or on what will happen here in the stadium tomorrow." kata Ralf Rangnick, Pelatih Kepala Austria.
Di kubu lawan, pelatih Aljazair, Vladimir Petkovic, juga menyampaikan pesan serupa mengenai integritas timnya dan menolak strategi bermain aman untuk menghindari Spanyol.
"There is no 'if' or 'but' in football, we have to face our opponents always the same way, with a strong desire to perform well and a great will to win," ujar Vladimir Petkovic, Pelatih Kepala Aljazair.
Mantan pelatih Lazio itu menambahkan bahwa setiap pencapaian di turnamen akbar ini harus diraih melalui perjuangan maksimal di lapangan.
"We'll see what happens after the match, but to advance and realize our ambitions we must first earn it by trying to win the game." kata Vladimir Petkovic, Pelatih Kepala Aljazair.
Tekad serupa disuarakan oleh lini tengah Austria yang memastikan kesiapan skuad dalam menghadapi siapa pun lawan mereka di fase berikutnya.
"We go out, we want to win the game. It doesn't matter who we face." ujar Konrad Laimer, Gelandang Austria.
Pertandingan penentu ini akan dipimpin oleh wasit Ilgiz Tantashev asal Uzbekistan, dibantu oleh asisten wasit Andrey Tsapenko dan Timur Gaynullin, serta Katia Itzel Garcia dari Meksiko sebagai wasit keempat.