Argentina Bangku-cadangkan Lionel Messi Melawan Yordania
Pelatih Tim Nasional Argentina Lionel Scaloni memutuskan untuk mengistirahatkan kapten tim Lionel Messi di bangku cadangan pada pertandingan terakhir fase grup Piala Dunia 2026 melawan Yordania di Stadion AT&T, Arlington, Texas, Sabtu malam waktu setempat.
Keputusan tersebut diambil setelah Argentina dipastikan mengamankan posisi juara Grup J, sementara Yordania sudah dipastikan tersingkir dari turnamen ini. Nicolas Paz akan menjadi salah satu dari sembilan pemain baru yang masuk dalam susunan pemain utama menggantikan posisi Messi.
Messi saat ini memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 dengan torehan lima gol dari dua pertandingan awal. Penyerang berusia 39 tahun tersebut baru saja memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia milik Miroslav Klose dengan total 18 gol.
Scaloni menegaskan bahwa keputusan mengistirahatkan sang megabintang murni demi menjaga kebugaran kompetitif dan bukan karena mengalami cedera fisik.
"Leo [Messi] will most likely come on in the second half," kata Scaloni.
Argentina sepakat untuk memberikan waktu istirahat kepada Messi, namun tetap berencana memainkannya sebagai pemain pengganti di babak kedua agar performanya tetap terjaga.
"We talked and agreed that it was better that way, but obviously it's also good for him to stay in competitive form," kata Scaloni.
Terkait strategi menghadapi Yordania, tim pelatih Argentina mengantisipasi kecepatan para pemain lini depan lawan dan berkomitmen untuk menguasai jalannya pertandingan melalui penguasaan bola.
"The decision of who plays tomorrow is not related to who plays in the next match," kata Scaloni.
Arsitek taktik Albiceleste tersebut menambahkan bahwa rotasi pemain pada laga ini tidak akan memengaruhi rencana susunan pemain untuk babak gugur mendatang.
"Jordan is a good opponent, and our intention will be to have the ball and dominate through possession. The opponent's forwards are fast and we will have to take that into account," kata Scaloni.
Di tempat lain, persaingan pencetak gol terbanyak semakin ketat setelah penyerang Prancis Ousmane Dembele mencetak hat-trick ke gawang Irak, menyamai perolehan empat gol milik Kylian Mbappe dan Erling Haaland. Sementara itu, antusiasme terhadap laga Argentina juga meluas hingga ke diaspora Bangladesh yang dilaporkan menyumbang 20 persen arus lalu lintas data pada blog langsung The Guardian saat laga pembuka melawan Aljazair.
"It was a very nice moment and it was like they were playing with the players," kata Shahidul Partha, seorang insinyur perangkat lunak asal Bangladesh yang kini tinggal di Pennsylvania.
Partha menceritakan pengalamannya saat masa kecil di Kulkandi, ketika puluhan warga desa berkumpul di halaman rumahnya demi menyaksikan aksi tim favorit mereka melalui televisi hitam-putih berdaya baterai.
"When it is a goal, everyone is screaming loudly," kata Partha.
Masyarakat Bangladesh dan diasporanya secara historis memiliki kecintaan yang sangat besar terhadap sepak bola Amerika Selatan, khususnya Argentina dan Brasil, meskipun tim nasional mereka sendiri belum pernah lolos ke Piala Dunia.
"Everyone is excited, people are shouting, like: ‘Go, go, make it go.’ Sometimes they give directions: ‘Go this side, go this side,’" kata Partha.
Setelah menyelesaikan laga kontra Yordania, Argentina sebagai juara Grup J dijadwalkan menghadapi tim debutan Tanjung Verde pada babak 32 besar yang akan digelar hari Jumat di Miami.