Gelombang Panas Ekstrem Ganggu Operasional Kereta Api di Inggris
Operasional kereta api di berbagai wilayah Inggris mengalami gangguan parah akibat gelombang panas ekstrem yang melanda negara tersebut. Sejumlah operator terpaksa memangkas jadwal perjalanan secara massal. Langkah penyesuaian ini diambil demi mengantisipasi dampak cuaca panas yang berisiko merusak infrastruktur rel kereta.
Suhu tinggi yang melonjak dikhawatirkan memicu kabel listrik di atas rel mengendur, rel melengkung, hingga kebakaran di jalur kereta. Para penumpang dihimbau untuk berangkat lebih awal jika memungkinkan serta selalu membawa air minum selama perjalanan. Rentetan pembatalan mendadak ini juga membuat informasi pada aplikasi perencana perjalanan menjadi tidak akurat.
Dikutip dari Detik Travel, Avanti West Coast menjadi salah satu operator yang mengurangi layanan mulai Selasa hingga Kamis. Perusahaan tersebut memberikan peringatan mengenai potensi gangguan yang masih berlanjut.
"Masih ada risiko gangguan lebih lanjut," bunyi penjelasan Avanti West Coast. Operator ini melonggarkan aturan tiket dengan mengizinkan penumpang naik kereta yang berangkat lebih awal tanpa biaya tambahan. Pelanggan yang memilih membatalkan perjalanan juga berhak mendapatkan pengembalian dana penuh.
Sementara itu, Chiltern Railways memangkas lebih dari separuh jadwal perjalanan kereta selama tiga hari. Kebijakan tersebut berdampak langsung pada layanan rute London Marylebone menuju dan dari Birmingham, Oxford, serta Aylesbury melalui Amersham. "Kami sangat menyarankan Anda untuk menghindari bepergian jika memungkinkan, kereta beroperasi dengan jumlah yang jauh lebih sedikit demi menjaga keselamatan semua orang. Akibatnya, Anda mungkin mengalami keterlambatan yang signifikan dan kondisi kereta yang sangat padat," penjelasan Chilern Railways.
Great Western Railway (GWR) meminta masyarakat hanya melakukan perjalanan yang benar-benar penting pada Rabu dan Kamis. Hal ini menyusul peringatan cuaca merah yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Inggris (Met Office). Menurut pihak GWR, suhu tinggi yang berlangsung lama berpotensi mengganggu kinerja mesin dan sistem pendingin armada kereta regional.
Operator ini akhirnya mengurangi layanan kereta antara London Paddington dan Reading hingga Jumat. Pengurangan jadwal tersebut dilakukan karena Network Rail membatasi pengoperasian wesel atau perangkat pemindah jalur. Pembatasan ini bertujuan untuk menekan risiko kerusakan akibat paparan cuaca panas.
LNER turut mengizinkan pemilik tiket hari Selasa untuk menggunakan jadwal kereta yang lebih awal. Meski demikian, operator tersebut tetap mengimbau masyarakat agar menunda perjalanan mereka pada Rabu dan Kamis.
Kendala serupa melanda jaringan Transport for Wales, termasuk rute Pontypridd-Cardiff Bay dan Coryton-Penarth. South Western Railway juga mengambil langkah serupa dengan mengurangi jumlah operasional layanannya. Selain hantaman cuaca panas, hujan deras yang mengguyur pada malam sebelumnya memicu banjir di Hampton, London barat daya.
Situasi ini mengacaukan layanan South Western Railway pada Selasa pagi. Bencana banjir tersebut juga mengakibatkan keterlambatan parah pada jalur Elizabeth Line antara Bandara Heathrow dan London Paddington. Transportasi bawah tanah pun tidak luput dari kendala operasional.
Seluruh layanan Circle Line di jaringan London Underground sempat dihentikan total pada Selasa pagi. Penghentian sementara ini terjadi akibat adanya gangguan mendadak pada sistem persinyalan.