Gempa Kembar Venezuela Tewaskan Ratusan Korban dan Rusak Infrastruktur

Share

Dua gempa bumi dahsyat berkekuatan masing-masing magnitudo 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6) sore waktu setempat hingga menyebabkan ratusan orang meninggal dunia serta merusak berbagai infrastruktur. Peristiwa fenomena gempa kembar atau doublet earthquake ini dilaporkan memicu dampak serius di wilayah ibu kota, Caracas, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

Jumlah korban jiwa akibat bencana tersebut tercatat mencapai 235 orang meninggal dunia, sedangkan 1.520 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-lukas. Selain memicu jatuhnya korban, guncangan beruntun ini juga mengakibatkan sejumlah bangunan di Caracas mengalami kerusakan parah hingga ambruk.

Fenomena alam tersebut mendapat perhatian dari Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono, yang memberikan penjelasan mengenai karakteristik struktur patahan pemicunya.

"Secara definisi, gempa doublet adalah peristiwa di mana dua gempa besar terjadi di lokasi yang berdekatan dalam rentang waktu yang relatif singkat, mulai dari hitungan detik, menit, jam, hingga beberapa hari. Fenomena ini muncul karena mekanisme patahan yang kompleks," kata Daryono, Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).

Daryono menambahkan bahwa potensi bahaya dari fenomena ini sangat tinggi karena dampak kerusakan struktural pada bangunan yang terjadi secara akumulatif.

"Bahaya utama dari gempa doublet terletak pada akumulasi kerusakan struktural yang tidak terduga. Bangunan, jembatan, atau infrastruktur yang mungkin masih berdiri tegak namun sudah mengalami keretakan atau pelemahan signifikan akibat gempa pertama, sering kali tidak lagi mampu menahan beban guncangan kedua," tutur Daryono, Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI).

Berdasarkan catatan historis, fenomena geologi serupa juga tercatat beberapa kali terjadi di wilayah Indonesia akibat aktivitas sesar aktif maupun subduksi.

Daftar Riwayat Gempa Kembar di Indonesia
Lokasi Gempa Kekuatan (Magnitudo) Waktu Kejadian Sumber dan Dampak
Padang Panjang M 7,1 dan M 7,2 Juni 1926 Sesar aktif, memicu kerusakan
Padang Panjang M 6,4 dan M 6,3 Maret 2007 Sesar aktif, memicu kerusakan
Bengkulu M 8,4 dan M 7,9 September 2007 Subduksi/megathrust, memicu kerusakan dan tsunami
Samudra Hindia Barat Aceh M 8,6 dan M 8,1 April 2012 Sesar aktif dasar laut, memicu tsunami kecil
Lombok M 7,0 dan M 6,9 Agustus 2018 Sesar aktif, memicu kerusakan dan tsunami kecil
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author