Harga Emas Dunia 26 Juni 2026 Berpotensi Naik Lagi Cermati Pivot Point
Harga emas dunia di pasar spot ditutup pada level US$ 4.014,3 per troy ons pada perdagangan Kamis (25/6/2026). Nilai logam mulia ini tercatat menguat 0,37% dibandingkan hari sebelumnya, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Kenaikan ini terjadi setelah harga emas mengalami kemerosotan selama dua hari berturut-turut. Dalam periode penurunan tersebut, nilai sang logam mulia sempat tergerus hingga 4,58%.
Emas bahkan sempat merosot ke bawah level psikologis US$ 4.000 per troy ons. Posisi tersebut menjadi titik terendah komoditas ini sejak November tahun lalu.
Koreksi tajam membuat komoditas ini kembali memikat para pelaku pasar. Aksi pembelian massal yang terjadi kemudian berhasil mendorong kembali grafik harga emas ke zona hijau.
Meski demikian, fondasi penguatan harga emas dinilai masih rapuh secara fundamental. Kondisi perekonomian global saat ini dinilai masih berada dalam tren lingkungan suku bunga tinggi.
Bank sentral Amerika Serikat atau The Fed tetap mempertahankan suku bunga acuan pada rentang 3,5-3,75% bulan ini. Namun, Gubernur Kevin Warsh menegaskan komitmen kuat untuk menjaga stabilitas harga.
Langkah The Fed dipicu oleh inflasi di Amerika Serikat yang masih berada jauh di atas target 2%. Oleh karena itu, potensi kenaikan suku bunga acuan dinilai sulit dihindari tahun ini.
Mayoritas pejabat bank sentral memperkirakan suku bunga acuan berpotensi naik minimal satu kali pada tahun ini. Proyeksi ini terlihat melalui data dot plot terbaru yang dirilis.
Emas merupakan jenis aset investasi yang tidak memberikan imbal hasil. Menyimpan aset ini menjadi kurang kompetitif bagi pelaku pasar ketika tingkat suku bunga bertengger di level tinggi.
Strategist di Oversea-Chinese Banking Corp, Christopher Wong, menyatakan bahwa emas sedang menghadapi tekanan berat. Situasi ini dipicu oleh sikap hawkish The Fed dan kenaikan imbal hasil obligasi.
“Emas menghadapi situasi yang sulit karena nada The Fed yang hawkish, kenaikan imbal hasil (yield) obligasi, dan gangguan teknikal karena harga sempat berada di bawah level psikologis US$ 4.000/troy ons. Reli harga emas menjadi rawan hilang,” kata Christopher Wong.
Secara teknikal harian untuk perdagangan Jumat (26/6/2026), pergerakan emas masih terjebak di zona bearish. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari saat ini berada pada angka 32.
Sementara itu, indikator Stochastic RSI 14 hari bertengger di posisi 38. Posisi indikator tersebut menunjukkan adanya tekanan di area jual yang terhitung cukup kuat.
Peluang kenaikan harga masih terbuka untuk perdagangan hari ini. Pelaku pasar perlu mencermati titik pivot point yang berada pada level US$ 4.029 per troy ons.
Emas berpotensi menguji level resisten US$ 4.095 per troy ons yang merupakan Moving Average 5. Resisten selanjutnya berada pada kisaran US$ 4.099 hingga US$ 4.181 per troy ons.
Target pergerakan paling optimistis untuk komoditas ini berada pada level US$ 4.255 per troy ons. Sebaliknya, level US$ 3.998 per troy ons akan menjadi area support terdekat jika melemah.
Jika area support tersebut berhasil ditembus, pergerakan harga dapat meluncur menuju rentang US$ 3.984 hingga US$ 3.933 per troy ons. Target koreksi paling pesimistis berada pada level US$ 3.779 per troy ons.