IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.131 di Tengah Variasi Bursa Asia

Share

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan dengan bergerak di zona hijau. Dilansir dari Bloomberg Technoz, indeks mencatatkan kenaikan sebesar 0,49% ke level 6.131 pada Rabu (24/6/2026) pukul 09:10 WIB.

Pergerakan positif ini terjadi di tengah kondisi bursa saham Asia yang bervariasi. Sejumlah indeks seperti TW Weighted Index, NIKKEI 225, Topix, PSEi, Shenzhen Comp., Shanghai Composite, dan Hang Seng dibuka melemah di zona merah.

Sebaliknya, beberapa indeks lain berhasil menguat di zona hijau pagi ini. Indeks yang mencatat kenaikan tersebut meliputi KOSPI, KOSDAQ, KLCI, Straits Times, dan CSI 300.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) setelah sepuluh menit pasar dibuka, volume perdagangan mencapai 2,08 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp1,23 triliun dengan frekuensi sebanyak 157.895 kali.

Data pergerakan saham menunjukkan sebanyak 316 saham mengalami penguatan. Sementara itu, 166 saham bergerak melemah dan 187 saham lainnya stagnan atau tidak mengalami perubahan posisi.

Riset dari BRI Danareksa Sekuritas menyatakan perhatian pasar hari ini tertuju pada hasil MSCI Annual Market Classification Review. Hasil kajian tersebut memutuskan untuk tetap mempertahankan status Indonesia dalam kategori Emerging Market.

Keputusan dari MSCI ini dinilai menghilangkan risiko jangka pendek bagi pasar modal domestik. Hal itu meredam potensi aksi jual paksa atau forced selling dari dana pasif global yang mereferensikan indeks MSCI Emerging Markets.

Meski demikian, MSCI masih melanjutkan proses evaluasi terhadap pasar modal Indonesia. Beberapa poin yang disoroti meliputi transparansi struktur kepemilikan saham, penentuan free float, serta indikasi perdagangan terkoordinasi.

Penyedia indeks global tersebut menegaskan bakal meninjau kembali efektivitas reformasi regulasi pada November 2026. Phintraco Sekuritas menyebutkan MSCI dapat mempertimbangkan opsi reklasifikasi Indonesia menjadi Frontier Market jika tidak ada kemajuan signifikan pada November nanti.

“MSCI akan terus menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas berkelanjutan langkah-langkah tersebut dalam konteks penentuan free float dan penilaian kelayakan investasi yang lebih luas,” mengutip paparan Phintraco.

Proyeksi Teknis dan Rekomendasi Saham

Secara teknikal, pergerakan indeks saat ini dinilai masih berada dalam fase konsolidasi. BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan rentang support berada di level 6.070–5.930 dan resistance pada kisaran 6.300–6.350.

“Secara teknikal, IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan rentang support 6.070–5.930 dan resistance 6.300–6.350,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.

Saham-saham yang menjadi pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini adalah OASA, RAJA, dan MBMA. Sementara itu, Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham CUAN, ESSA, RAJA, BIPI, dan PTRO.

Di sisi lain, CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi adanya potensi tekanan negatif bagi indeks. Faktor penekan berasal dari pelemahan bursa Wall Street, koreksi harga komoditas, serta perpanjangan evaluasi MSCI.

“IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 5.990–5.880 dan resistance 6.210–6.325,” tulis riset CGS International.

CGS International merekomendasikan saham BUMI, AALI, MBMA, ARCI, BRMS, dan WIIM. Sementara Panin Sekuritas memproyeksikan indeks berpotensi menguat karena perbaikan tensi geopolitik dan penurunan harga minyak, dengan saham pilihan KPIG, RATU, dan TLKM.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
annisa-nur-fadhilah
Author