Ante Budimir Bawa Kroasia Tekuk Panama di Piala Dunia 2026
Penyerang pengganti Ante Budimir mencetak gol tunggal pada menit ke-54 untuk membawa tim nasional Kroasia meraih kemenangan 1-0 atas Panama dalam pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 di Toronto pada Rabu. Hasil tersebut menjadi poin krusial bagi Kroasia setelah menelan kekalahan 4-2 dari Inggris pada laga pembuka, sekaligus memastikan tersingkirnya Panama dari turnamen tersebut. Keputusan pelatih kepala Zlatko Dalic memasukkan penyerang berusia 34 tahun itu di babak kedua terbukti tepat setelah performa tim yang kurang memuaskan sepanjang paruh pertama pertandingan.
Melalui gol penentu kemenangan ini, Budimir yang berusia 34 tahun 337 hari resmi menjadi pencetak gol tertua Kroasia di sepanjang sejarah Piala Dunia, memecahkan rekor Ivica Olic saat melawan Kamerun pada tahun 2014 silam.
Gol ketujuh di level internasional tersebut mempertegas reputasi Budimir yang juga merupakan legenda klub Spanyol, Osasuna, sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub tersebut di LaLiga. Hingga saat ini, sang veteran telah mengoleksi 82 gol LaLiga bersama Osasuna serta 13 gol lainnya sewaktu membela Mallorca, dan sukses finis di peringkat ketiga dalam perburuan sepatu emas LaLiga selama dua musim terakhir.
Pada musim 2024-2025, catatan 21 gol milik Budimir hanya kalah dari Kylian Mbappe dan Robert Lewandowski, sementara musim lalu ia mengemas 17 gol untuk menyelamatkan Osasuna dari degradasi selisih gol. Performa impresif sang penyerang bersama klub medioker Spanyol tersebut sempat mendapat apresiasi tinggi dari sang pelatih tim nasional pada akhir musim 2024-2025.
"His club isn’t on the level of Real Madrid or Barcelona, yet he’s third on the top scorers list, behind Mbappé and Lewandowski," ujar Zlatko Dalic, Pelatih Kepala Kroasia. Dalic menambahkan bahwa Budimir merupakan sosok pekerja keras yang terus produktif mencetak gol bagi tim yang cenderung bermain lebih bertahan. "He works hard, and scores goals. If he played for Real or Barcelona, he might’ve scored 40 goals," kata Zlatko Dalic, Pelatih Kepala Kroasia.
Kontribusi besar tersebut dinilai membuat gol-gol yang dicetak oleh sang penyerang veteran menjadi jauh lebih bernilai bagi kelangsungan klubnya.
"He plays for a smaller club that defends more — he’s the one keeping Osasuna going. His goals are worth even more because of that. I can only praise him," tutur Zlatko Dalic, Pelatih Kepala Kroasia. Selanjutnya, Kroasia dijadwalkan melakoni laga pamungkas fase grup melawan Ghana pada 28 Juni, bersamaan dengan pertandingan antara Panama menghadapi Inggris.