Pengeluaran BTV Bangladesh Membengkak 32 Kali Lipat dari Pendapatan

Share

Menteri Informasi dan Penyiaran Bangladesh, Zahir Uddin Swapon, mengungkapkan bahwa pengeluaran Bangladesh Television membengkak hingga lebih dari 32 kali lipat dari pendapatannya dalam 11 bulan pertama tahun fiskal berjalan saat berbicara di parlemen pada Senin (22/6/2026).

Dilansir dari bdnews24.com dan dailynewnation.com, stasiun televisi milik negara tersebut hanya meraup pendapatan sebesar 80,5 juta taka termasuk pajak sepanjang Juli 2025 hingga Mei 2026, sedangkan pengeluarannya mencapai 2,54 miliar taka.

Dari total pendapatan pada tahun fiskal ini, penerimaan yang bersumber dari iklan tercatat hanya menyumbang sebesar 50,7 juta taka.

Data Keuangan Bangladesh Television (BTV)
Tahun Fiskal Pendapatan (Taka) Pengeluaran (Taka)
2020-2021 340,5 Juta 2,81 Miliar
2021-2022 402,6 Juta 2,85 Miliar
2022-2023 308,7 Juta 3,71 Miliar
2023-2024 442 Juta 2,99 Miliar
2024-2025 276 Juta 3,08 Miliar

Selain masalah keuangan BTV, Swapon juga menjelaskan langkah pemerintah dalam menangani disinformasi lewat inisiatif bernama BanglaFact yang telah mengidentifikasi 16 situs web propaganda, serta lebih dari 300 akun Facebook dan 199 akun X yang menyebarkan berita bohong.

Pemerintah setempat kini sedang mengamendemen Undang-Undang Dewan Pers 1974 untuk menetapkan standar kualifikasi pendidikan dan registrasi bagi jurnalis demi menekan praktik jurnalisme palsu.

Hingga saat ini, Bangladesh tercatat memiliki 55 saluran televisi swasta berizin dengan 39 di antaranya aktif mengudara, serta 1.436 surat kabar harian dan 474 portal berita online resmi.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author