Saham SpaceX Merosot Lima Persen dalam Perdagangan Pra-pasar

Share

Kapitalisasi pasar SpaceX terancam jatuh di bawah angka US$2 triliun setelah harga sahamnya merosot hingga 5 persen dalam perdagangan pra-pasar pada Selasa (23/6/2026). Penurunan ini memperparah kondisi pasar setelah perusahaan mencatatkan rekor kerugian harian yang signifikan pada sesi perdagangan sebelumnya.

Sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz, nilai saham perusahaan teknologi kedirgantaraan yang dipimpin oleh Elon Musk tersebut jatuh ke kisaran US$147 per lembar. Nilai tersebut kini berada di bawah harga pembukaan perdagangan hari pertamanya yang tercatat sebesar US$150.

Pelemahan yang dialami oleh SpaceX ini selaras dengan aksi jual besar-besaran pada sektor teknologi yang ikut menyeret jatuh berbagai saham dalam indeks Nasdaq 100. Akibat penurunan dalam tiga sesi berturut-turut, valuasi total perusahaan kini telah tergerus lebih dari US$600 miliar.

Pada hari Senin saja, nilai pasar SpaceX sudah menyusut sekitar US$400 miliar. Angka tersebut menandai kerugian satu hari terbesar kedua dalam sejarah pasar modal, tepat di bawah penurunan nilai Nvidia Corp. sebesar US$590 miliar yang terjadi pada tahun lalu.

Di tengah situasi penurunan nilai pasar ini, SpaceX dikabarkan bakal menerbitkan obligasi berkategori investasi dengan target penghimpunan dana minimal US$20 miliar dalam penawaran perdana. Langkah penarikan pinjaman besar-besaran tersebut sengaja dilakukan demi mendanai ambisi pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan atau AI milik perusahaan.

Selain rencana penerbitan obligasi, SpaceX juga telah menandatangani kesepakatan bernilai miliaran dolar dengan startup Reflection AI untuk memasok sumber daya komputasi. Strategi memanfaatkan pasar kredit demi infrastruktur AI ini sebelumnya juga sudah dilakukan oleh raksasa teknologi lain seperti Alphabet Inc., Amazon.com Inc., Meta Platforms Inc., dan Oracle Corp.

Meski terus mengalami kerugian dalam beberapa sesi terakhir, harga saham SpaceX saat ini sebenarnya masih tercatat naik sekitar 10 persen apabila dibandingkan dengan harga penawaran umum perdana mereka yang berada di angka US$135.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author