Portugal Hadapi Uzbekistan pada Laga Kedua Grup K Piala Dunia 2026
Tim nasional Portugal akan bertanding melawan Uzbekistan dalam laga kedua babak penyisihan Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat, pada Selasa (23/6/2026) pukul 24.00 WIB. Pertandingan ini menjadi krusial bagi Selecao untuk mengamankan tiga poin demi menjaga peluang lolos ke babak 32 besar setelah hanya bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga pembuka.
Gelombang kritik tajam menerpa tim asuhan Roberto Martinez pascahasil imbang tersebut, khususnya terkait performa kapten Cristiano Ronaldo yang dinilai mandul. Dilansir dari kalteng.antaranews.com, Portugal sebenarnya mendominasi laga pertama dengan 75,4 persen penguasaan bola dan akurasi umpan 92,5 persen, namun mereka hanya mampu melepaskan tujuh tembakan, berbanding terbalik dengan Kongo yang melepaskan delapan tembakan.
Kritik eksternal yang deras tersebut langsung direspons oleh pelatih kepala Portugal yang menegaskan bahwa kaptennya masih memiliki peran yang sangat vital di dalam skuad, baik secara teknis maupun mental.
"Cristiano adalah kapten dan bertindak layaknya seorang kapten, serta memiliki pengalaman yang sangat besar yang dapat kita manfaatkan bersama. Kita sedang membicarakan seorang pemain yang telah membela Portugal selama 21 tahun, memiliki semangat luar biasa untuk membantu, dan juga menjadi teladan bagi semua orang." kata Martinez.
Martinez juga menambahkan analisis taktis mengenai kontribusi penyerang Al Nassr tersebut dalam skema permainan tim yang membutuhkan ketajaman di lini depan.
“Saat kami menguasai bola, kami membutuhkan pemain yang menyerang ruang kosong dan menempati posisi tersebut pada sentuhan terakhir. Cristiano adalah pemain itu, dan angka-angka membuktikannya. Dia adalah pemain yang memiliki pergerakan dan kemampuan untuk menyelesaikan serangan, serta merupakan bagian terakhir dari model permainan yang kami terapkan di Portugal.” kata Martinez.
Meskipun tekanan media sangat tinggi terkait produktivitas Ronaldo yang baru mencatatkan nilai probabilitas gol (xG) 0,46, sang pelatih menganggap kritik yang beredar beberapa hari terakhir sudah melampaui batas kewajaran.
“Ada banyak keributan yang tidak berdasar, hal-hal yang tidak masuk akal dan tidak menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kami.” kata Martinez.
Menurut Martinez, situasi penuh tekanan dan pembicaraan publik luar ruang ganti sudah menjadi makanan sehari-hari bagi tim nasional, namun ia memastikan bahwa keharmonisan internal skuadnya tidak terganggu sama sekali.
“Saya harus katakan bahwa sejak hari pertama saya di Portugal, tidak ada satu hari pun yang berlalu tanpa keributan. Kami berada di Piala Dunia, dan ada banyak pembicaraan; ini bagian dari mengetahui siapa yang mendukung tim dan siapa yang tidak, tetapi di dalam ruang ganti kami harus menunjukkan karakter yang tepat. Kami sepenuhnya fokus, memiliki kekuatan yang besar, dan tim ini lebih bersatu daripada sebelum tiba di Piala Dunia. Keributan itu tidak masuk ke ruang ganti.” kata Martinez.
Evaluasi mendalam pun telah dilakukan oleh tim kepelatihan Portugal untuk membedah kegagalan aliran bola mereka di area pertahanan lawan pada laga sebelumnya.
“Ini sudah menjadi bagian dari pekerjaan kami. Lolos ke Piala Dunia berarti harus menjalani tiga pertandingan di tahap ini, dan tidak ada yang berubah. Kita harus bersiap, menganalisis, dan mengkritik diri sendiri, dan itulah yang kami lakukan setelah pertandingan terakhir, di mana kami menelaah alasan mengapa kami tidak bisa menembus sepertiga akhir lapangan, serta melepaskan kemarahan dan kesedihan akibat tidak tercapainya hasil yang kami inginkan. Namun, fokus di dalam ruang ganti tetap penuh, dan kini kami harus memperbaiki diri.” kata Martinez.
Di sisi lain, Martinez juga diwawancarai oleh Reuters dan kembali menegaskan ketahanan mental anak asuhnya menjelang laga penentu melawan Uzbekistan malam nanti.
"Kami kuat dan fokus. Dan tim kami bahkan lebih padu daripada sebelumnya. Ini sebuah proses. Tekanan bukan bagian dari tim kami," ujar Martinez.
Ia pun menutup pernyataannya dengan pandangan realistis mengenai konsekuensi dari sebuah hasil pertandingan di turnamen besar sekelas Piala Dunia.
"Dikritik setelah dapat hasil jelek itu wajar. Kadang itu tidak adil atau negatif, tapi itu bukan bagian dari bagaimana kami mempersiapkan diri," kata Martinez.
Berdasarkan data taktis dari laga sebelumnya, lini tengah Portugal yang motori Vitinha dengan 121 umpan sukses dan Bruno Fernandes dengan enam umpan silang dituntut tampil lebih kreatif. Uzbekistan yang dilatih Fabio Cannavaro diprediksi tampil agresif mengandalkan serangan transisi melalui gelandang Obatek Shukurov dan penyerang Abbosbek Fayzullaev, setelah sebelumnya kalah 1-3 dari Kolombia.