Rans Entertainment Catat Penurunan Laba Jelang Rencana IPO
PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) membukukan penurunan pendapatan dan laba bersih yang cukup signifikan menjelang aksi korporasi penawaran saham perdana kepada publik (IPO). Perusahaan industri hiburan yang didirikan oleh pasangan selebritis Raffi Ahmad dan Nagita Slavina ini mengumpulkan pendapatan sebesar Rp353,3 miIiar sepanjang tahun 2025, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz. Jumlah pendapatan tersebut mengalami penurunan sebesar 13,91% jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang mencapai Rp410,4 miIiar.
Pihak manajemen RANS mengungkapkan bahwa penyusutan ini dipicu oleh merosotnya setoran dari sektor duta merek serta manajemen talenta sebesar 51,55% menjadi Rp51,92 miIiar dari sebelumnya Rp107,1 miIiar pada 2024.
Sektor penjualan produk makanan, minuman, dan kosmetik yang berbasis kekayaan intelektual (IP) juga terkoreksi 12,69% menjadi Rp107 miIiar dari angka sebelumnya Rp122,5 miIiar. Dampaknya, laba tahun berjalan perseroan merosot hingga 41,6% menjadi Rp56,68 miIiar, dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp97,06 miIiar.
"Sebagian penurunan pendapatan tahun 2025 bersifat non-recurring karena dipengaruhi oleh tidak adanya lagi kontribusi pendapatan dari PT RPKSB yang telah dilepas pada tahun 2024 sehingga mempengaruhi komparabilitas laporan keuangan antar periode," dikutip dari prospektus yang disampaikan manajemen, Selasa (23/6/2026). Di sisi lain, total aset RANS per Desember 2025 tercatat sebesar Rp461,03 miIiar, atau turun 21,96% dari Rp590,80 miIiar pada akhir 2024 akibat pelunasan utang bank dan pembagian dividen.
Total liabilitas RANS bersama entitas anak ikut berkurang 23,19% menjadi Rp120,23 miIiar per Desember 2025 karena pelunasan utang bank OCBC dan cicilan pokok BNI. Sejumlah figur publik tercatat menguasai porsi kepemilikan saham PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) menjelang melantainya perusahaan di pasar modal. Prospektus IPO menunjukkan Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria memegang 345,25 juta saham atau 3,42% sebelum penawaran umum, yang akan terdilusi menjadi 2,74% setelah melantai.
Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, juga menguasai 115,25 juta saham atau 1,14% yang nantinya akan menyesuaikan menjadi 0,91% pasca-IPO.
Investor perorangan awal lainnya meliputi Soultan Ariq Rachman dengan kepemilikan akhir 2,74%, Sutanto Hartono sebesar 1,14%, dan Hikmat Janika sebesar 0,68% setelah IPO. Pendiri perusahaan, Raffi Farid Ahmad, menguasai mayoritas saham sebesar 7,93 miIiar lembar atau sekitar 62,93% setelah aksi korporasi penawaran umum perdana ini selesai. Sementara itu, Nagita Slavina Mariana Tengker memegang kepemilikan sebesar 124,75 juta saham atau setara dengan porsi kepemilikan 0,99% saham RANS.
Untuk pemegang saham non-individu, PT Indonesia Entertainment Grup menguasai 911,5 juta saham atau 7,23% dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi memegang 76,75 juta saham atau 0,61%.
Target Dana Segar Melalui IPO
RANS berencana melepas sebanyak-banyaknya 2,52 miIiar lembar saham baru, yang setara dengan 20,02% dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh dalam penawaran umum ini. Manajemen menetapkan harga penawaran awal pada rentang Rp135 hingga Rp170 per lembar saham selama masa pembangunan batas pemesanan (book building).
Melalui rentang harga awal tersebut, RANS berpeluang menghimpun perolehan dana segar sekitar Rp340,87 miIiar hingga mencapai nilai Rp429,25 miIiar dari publik. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan setelah IPO diperkirakan berada pada angka Rp1,7 triliun jika menggunakan asumsi harga pelaksanaan terendah yaitu Rp135 per saham.
Proyeksi kapitalisasi pasar tersebut dapat meningkat hingga mencapai Rp2,14 triliun apabila harga saham perdana berhasil menembus level tertinggi di angka Rp170 per saham. Guna melancarkan aksi korporasi ini, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) telah ditunjuk secara resmi sebagai penjamin pelaksana emisi efek sekaligus bertindak sebagai administrator penawaran.