Manchester United Amankan Lahan 25 Acre untuk Stadion Baru

Share

Akuisisi lahan seluas 25 acre berhasil dirampungkan Manchester United pada Senin malam WIB guna memuluskan rencana pembangunan stadion baru berkapasitas 100.000 penonton. Langkah strategis ini menjadi bagian utama dari proyek regenerasi kawasan Old Trafford bernilai 2 miliar paun.

Dilansir dari Bola, area yang berhasil diperoleh ini terletak sekitar 350 meter di barat laut Old Trafford dan dibeli dari perusahaan pengembang kawasan industri, Indurent. Pembelian ini menjadi solusi setelah negosiasi dengan perusahaan logistik Freightliner terkait lahan di belakang Stretford End mengalami kebuntuan karena ketidaksepakatan nilai aset.

Lahan baru tersebut membentuk area segitiga yang dibatasi oleh Jalan Wharfside Way, Europa Way, dan John Gilbert Way. Selain membangun kompleks olahraga modern yang sempat dijuluki "Wembley dari Utara" oleh Sir Jim Ratcliffe, manajemen Setan Merah juga berencana membangun 15.000 rumah baru dan menciptakan 48.000 lapangan pekerjaan lokal.

CEO Pengembangan Stadion Baru Manchester United, Colette Roche, menilai akuisisi ini sebagai kemajuan besar dalam sejarah klub.

"Hari ini menunjukkan kemajuan yang kami buat menuju rumah baru kelas dunia untuk Manchester United dan menjadi tonggak penting saat kami memasuki fase pengembangan berikutnya," kata Colette Roche, CEO Pengembangan Stadion Baru Manchester United.

Menurut pihak manajemen, posisi arena baru yang berdekatan dengan stadion lama sangat krusial bagi basis massa pendukung setia mereka. Hal tersebut dinilai mampu menjaga nilai sejarah sekaligus tradisi panjang yang sudah mengakar sejak tahun 1910.

"Kami berkomitmen membangun stadion kelas dunia bersama para pendukung kami, bukan hanya untuk mereka, dengan atmosfer, keterjangkauan, dan aksesibilitas sebagai bagian utama dari pemikiran kami," ujar Colette Roche, CEO Pengembangan Stadion Baru Manchester United.

Roche menambahkan bahwa pemilihan lokasi yang tepat merupakan fondasi utama bagi ambisi jangka panjang klub, baik dalam skala daerah maupun nasional. Proyek raksasa ini ditargetkan menyumbang lebih dari 7 miliar paun per tahun bagi roda perekonomian Inggris.

"Mengamankan lahan yang tepat untuk rumah baru kami merupakan hal yang sangat penting. Lahan yang kami peroleh memberi kami kesempatan untuk menghadirkan stadion kelas dunia yang menghormati masa lalu dan siap menyambut masa depan," kata Colette Roche, CEO Pengembangan Stadion Baru Manchester United.

Rencana induk mengenai regenerasi total kawasan ini dijadwalkan rilis secara resmi pada 9 Juli mendatang bersamaan dengan dimulainya masa konsultasi publik. Manajemen menargetkan stadion modern ini bisa beroperasi penuh pada tahun 2030, sekaligus bersiap mengajukan diri sebagai lokasi pertandingan final Piala Dunia Wanita 2035.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author

Manchester United Amankan Lahan 25 Acre untuk Stadion Baru

Share

Akuisisi lahan seluas 25 acre berhasil dirampungkan Manchester United pada Senin malam WIB guna memuluskan rencana pembangunan stadion baru berkapasitas 100.000 penonton. Langkah strategis ini menjadi bagian utama dari proyek regenerasi kawasan Old Trafford bernilai 2 miliar paun.

Dilansir dari Bola, area yang berhasil diperoleh ini terletak sekitar 350 meter di barat laut Old Trafford dan dibeli dari perusahaan pengembang kawasan industri, Indurent. Pembelian ini menjadi solusi setelah negosiasi dengan perusahaan logistik Freightliner terkait lahan di belakang Stretford End mengalami kebuntuan karena ketidaksepakatan nilai aset.

Lahan baru tersebut membentuk area segitiga yang dibatasi oleh Jalan Wharfside Way, Europa Way, dan John Gilbert Way. Selain membangun kompleks olahraga modern yang sempat dijuluki "Wembley dari Utara" oleh Sir Jim Ratcliffe, manajemen Setan Merah juga berencana membangun 15.000 rumah baru dan menciptakan 48.000 lapangan pekerjaan lokal.

CEO Pengembangan Stadion Baru Manchester United, Colette Roche, menilai akuisisi ini sebagai kemajuan besar dalam sejarah klub.

"Hari ini menunjukkan kemajuan yang kami buat menuju rumah baru kelas dunia untuk Manchester United dan menjadi tonggak penting saat kami memasuki fase pengembangan berikutnya," kata Colette Roche, CEO Pengembangan Stadion Baru Manchester United.

Menurut pihak manajemen, posisi arena baru yang berdekatan dengan stadion lama sangat krusial bagi basis massa pendukung setia mereka. Hal tersebut dinilai mampu menjaga nilai sejarah sekaligus tradisi panjang yang sudah mengakar sejak tahun 1910.

"Kami berkomitmen membangun stadion kelas dunia bersama para pendukung kami, bukan hanya untuk mereka, dengan atmosfer, keterjangkauan, dan aksesibilitas sebagai bagian utama dari pemikiran kami," ujar Colette Roche, CEO Pengembangan Stadion Baru Manchester United.

Roche menambahkan bahwa pemilihan lokasi yang tepat merupakan fondasi utama bagi ambisi jangka panjang klub, baik dalam skala daerah maupun nasional. Proyek raksasa ini ditargetkan menyumbang lebih dari 7 miliar paun per tahun bagi roda perekonomian Inggris.

"Mengamankan lahan yang tepat untuk rumah baru kami merupakan hal yang sangat penting. Lahan yang kami peroleh memberi kami kesempatan untuk menghadirkan stadion kelas dunia yang menghormati masa lalu dan siap menyambut masa depan," kata Colette Roche, CEO Pengembangan Stadion Baru Manchester United.

Rencana induk mengenai regenerasi total kawasan ini dijadwalkan rilis secara resmi pada 9 Juli mendatang bersamaan dengan dimulainya masa konsultasi publik. Manajemen menargetkan stadion modern ini bisa beroperasi penuh pada tahun 2030, sekaligus bersiap mengajukan diri sebagai lokasi pertandingan final Piala Dunia Wanita 2035.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author