Menkes Usul Program Makan Bergizi Gratis Sasar Penderita Tuberkulosis
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan perluasan sasaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada Badan Gizi Nasional di Gedung Kemenkes pada Selasa (23/6) agar tidak hanya menyasar anak sekolah, melainkan juga penderita tuberkulosis (TB). Usulan pengadaan gizi tambahan tersebut dilatarbelakangan oleh catatan kedeputian kesehatan mengenai tingginya kasus penularan infeksi paru-paru di dalam negeri, seperti dilansir dari Bloomberg Technoz. Inisiatif ini muncul setelah Budi Gunadi Sadikin mengadakan diskusi langsung dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang, yang merespons positif gagasan perluasan cakupan penerima manfaat tersebut.
“Bu, kalau saya butuhnya dari sisi kesehatan, Ibu tolong bantu dong gizinya, makanan bergizi itu buat ibu hamil, ibu menyusui, kemudian balita, dan juga TBC,” ujar Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Pihak Kementerian Kesehatan memberikan perhatian khusus pada pasokan nutrisi pasien infeksi paru-paru karena grafik penularannya yang masih menembus angka satu juta kasus per tahun di Indonesia, dengan angka kematian mencapai sekitar 160 ribu orang. “Dan saya titip juga, tuberkulosis. Jadi orang-orang yang sakit tuberkulosis, satu juta lho di Indonesia setiap tahun. Meninggal 160 ribu. Ini kalau kita obati dan gizinya disuplai, ditambah, itu kemungkinan sembuhnya lebih besar,” jelas Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan.
Realisasi perluasan jangkauan ini berpotensi memicu penyesuaian regulasi hukum termasuk revisi Peraturan Presiden (Perpres), mengingat saat ini fokus utama program MBG secara yuridis masih tertuju pada kelompok anak sekolah. Langkah intervensi gizi sejak masa kehamilan hingga balita dinilai Menkes menjadi modal investasi jangka panjang yang krusial untuk menekan angka stunting sekaligus mendongkrak kualitas generasi masa depan.