Wilton Sampaio Pimpin Laga Piala Dunia 2026 Antara Norwegia Kontra Senegal
Wasit asal Brasil Wilton Sampaio ditunjuk oleh FIFA untuk memimpin pertandingan krusial Grup I Piala Dunia 2026 antara tim nasional Norwegia melawan Senegal di New York New Jersey Stadium pada Selasa, 23 Juni 2026. Sampaio sebelumnya menjadi sorotan setelah mengeluarkan tiga kartu merah pada laga pembuka turnamen antara Meksiko dan Afrika Selatan, yang memicu prediksi bahwa kompetisi tahun ini akan memecahkan rekor kartu merah terbanyak. Dalam mengawal pertandingan ini, Sampaio akan dibantu oleh rekan senegaranya, Bruno Pires dan Bruno Boschilia di garis tepi lapangan, sementara Campbell-Kirk Kawana-Waugh dari Selandia Baru bertindak sebagai wasit keempat dan Isaac Trevis sebagai asisten wasit cadangan.
Laga ini menjadi pertemuan perdana bagi kedua negara di panggung Piala Dunia, setelah sebelumnya hanya pernah bertanding dalam laga persahabatan pada Maret 2006 di Dakar yang dimenangi Senegal dengan skor 2-1.
Norwegia saat ini memimpin klasemen Grup I setelah melibas Irak 4-1 lewat dua gol Erling Haaland, sementara Senegal terdampar di papan bawah setelah takluk 3-1 dari Prancis pada pertandingan pembuka mereka. Superkomputer Opta mengunggulkan Norwegia dengan peluang menang sebesar 44,7 persen berbanding 30,5 persen milik Senegal, didukung catatan mentereng skuad asuhan Stale Solbakken yang memenangi 11 laga kompetitif terakhir mereka dengan torehan 50 gol.
Sebaliknya, Senegal dibayangi rekor buruk pertahanan karena selalu kebobolan dalam 12 pertandingan terakhir mereka di Piala Dunia sejak tahun 2002, sebuah catatan buruk yang hanya dilampaui oleh Arab Saudi dengan 18 laga tanpa clean sheet. Menghadapi situasi hidup mati ini, pelatih Senegal Pape Thiaw menegaskan kesiapan skuadnya untuk tampil habis-habisan demi menjaga asa perwakilan Afrika di turnamen akbar tersebut.
"We are in a tough group; we knew this coming into the tournament," kata Pape Thiaw, Pelatih Senegal. Thiaw menambahkan bahwa timnya menganggap seluruh pertandingan di fase grup layaknya laga final setelah kehilangan poin pada pertandingan pertama. "But we cannot get this wrong [against Norway]; everyone is ready and wants to get stuck in and put in a good shift. We are ready to die for Africa and Senegal," ujar Pape Thiaw, Pelatih Senegal.
Ketika ditanya mengenai strategi khusus untuk meredam ketajaman Erling Haaland yang selalu mencetak gol dalam 11 penampilan kompetitif terakhirnya untuk Norwegia, Thiaw menekankan kolektivitas tim.
"It is not an anti-Haaland plan; it is an anti-Norway plan," tutur Pape Thiaw, Pelatih Senegal. Ia meyakini para beknya yang berpengalaman di kompetisi level tinggi mampu mengantisipasi penyerang kelas dunia, meski tetap meminta timnya waspada penuh. "When we come up against Haaland, we need to be on our guard. But most important is how we stop the Norwegian team as a whole," ucap Pape Thiaw, Pelatih Senegal.
Thiaw juga menyadari bahwa rapuhnya lini belakang menjadi evaluasi utama yang harus segera dibenahi sebelum menghadapi kreativitas serangan lawan yang dimotori Martin Odegaard.
"It is true we have conceded a lot of goals. There is no room for error anymore," kata Pape Thiaw, Pelatih Senegal.