PT Bach Multi Global Tbk Incar Dana IPO Rp307,5 Miliar

Share

PT Bach Multi Global Tbk (BACH) resmi memulai masa penawaran awal atau bookbuilding dalam rangka penawaran umum perdana saham (IPO) pada Senin, 22 Juni 2026. Perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan genset dan infrastruktur telekomunikasi ini membidik dana segar maksimal sebesar Rp307,5 miliar. Dilansir dari laman e-IPO dan media Stockwatch, calon emiten berkode saham BACH ini menawarkan maksimal 615 juta lembar saham baru kepada publik.

Jumlah saham baru yang dilepas tersebut setara dengan 15,06 persen dari total modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan pasca aksi korporasi. Manajemen BACH menetapkan nilai indikatif untuk penawaran awal saham ini pada kisaran Rp400 sampai Rp500 per saham. Melalui skema rentang harga tersebut, akumulasi total dana publik yang berpotensi dihimpun oleh perseroan berkisar antara Rp246 miliar hingga Rp307,5 miliar.

Perusahaan telah merancang skema pemanfaatan modal yang diperoleh dari hasil kepercayaan publik setelah dikurangi berbagai biaya emisi. Alokasi dana sekitar Rp91,02 miliar akan digunakan untuk membayar sebagian utang kepada PT Bank Permata Tbk atas fasilitas pinjaman jangka pendek jenis Omnibus Revolving Loan.

Sementara itu, sisa dana hasil IPO sekitar Rp213,48 miliar akan dialokasikan seluruhnya sebagai penambah modal kerja operasional utama perseroan. Dana modal kerja tersebut bakal difokuskan untuk pembelian unit generator set atau genset baru dari pemasok guna menunjang aktivitas penjualan dan penyewaan. Manajemen perusahaan tercatat sudah menggelontorkan uang muka sebesar Rp18,18 miliar dalam rangka pembelian armada genset tersebut. Dalam menyukseskan aksi korporasi strategis ini, BACH resmi menggandeng PT Erdikha Elit Sekuritas yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Berdasarkan informasi dari Ajaib, BACH didirikan pada September 2006 yang awalnya berfokus pada penjualan genset untuk mendukung sektor telekomunikasi. Bisnis perseroan kini telah berkembang menjadi penyedia jasa konstruksi dan pemeliharaan menara BTS, serta mengelola sekitar 41.000 site telekomunikasi di seluruh Indonesia. Perseroan juga memiliki entitas anak yaitu PT Bach Multi Infrastruktur (BMI) yang fokus pada jasa konstruksi infrastruktur telekomunikasi. Skema bisnis ini mencakup Site Acquisition (SITAC), pekerjaan Civil Mechanical Electrical (CME), pembangunan menara BTS, hingga pembangunan jaringan fiber optik.

Masa penawaran awal bagi investor dijadwalkan berjalan mulai 22 Juni hingga 24 Juni 2026. Setelah masa penawaran awal selesai, perseroan memproyeksikan tanggal efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat jatuh pada 29 Juni 2026. Proses korporasi akan dilanjutkan dengan masa penawaran umum yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli hingga 3 Juli 2026. Perseroan menargetkan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat terlaksana pada 7 Juli 2026.

Jadwal Lengkap IPO BACH
Tahapan Tanggal
Masa Penawaran Awal (Bookbuilding) 22 – 24 Juni 2026
Tanggal Efektif 29 Juni 2026
Masa Penawaran Umum 1 – 3 Juli 2026
Tanggal Penjatahan 3 Juli 2026
Distribusi Saham Secara Elektronik 6 Juli 2026
Pencatatan Saham di BEI 7 Juli 2026
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author