Jokowi Teken Buku Otentikasi Ijazah Karya Rismon Sianipar

Share

Presiden ketujuh RI Joko Widodo membubuhkan tanda tangan langsung pada buku baru karya ahli forensik digital Rismon Hasiholan Sianipar dalam pertemuan di kediaman pribadinya yang berlokasi di Sumber, Solo, Jawa Tengah, pada Rabu (17/6/2026).

Penandatanganan tersebut dilakukan di lembar awal buku berjudul "Otentikasi Ijazah Joko Widodo" seiring langkah Rismon yang kini berbalik arah mendukung keaslian ijazah UGM milik mantan wali kota Solo tersebut. Berdasarkan laporan cnnindonesia.com, Rismon turut menunjukkan bukti tanda tangan tersebut selepas menjumpai Jokowi.

"Tadi kami sedikit menjelaskan isi bukunya. Ini ditandatangani oleh Pak Jokowi ya, 17 Juni 2026. Saya sampaikan, 'Pak, ini tanpa afiliasi politik, bahwa setiap peneliti bisa mengukur tulisannya'," ujar Rismon.

Mantan dosen Universitas Mataram tersebut menerangkan bahwa Jokowi menyambut positif dan terlihat gembira atas penerbitan buku setebal 800 halaman itu. Kajian ilmiah ini dinilai mampu memulihkan nama baik sang mantan presiden dari segala bentuk tuduhan ijazah palsu.

"Jadi Pak Jokowi semringah, karena apa, ya ini mengembalikan apa namanya, penelitian itu ke domain ke kampus lagi. Kan enggak mungkin ke SMA, karena ini kan objek kajian tingkat kuliah ya kan, S1 ke atas gitu," ujar Rismon.

Sebelumnya, Rismon bersama Roy Suryo sempat menjadi pihak yang paling gencar mempersoalkan keaslian ijazah Jokowi hingga akhirnya dilaporkan ke Polda Metro Jaya dan berstatus tersangka. Masalah hukum itu kemudian diselesaikan lewat jalur Keadilan Restoratif (restorative justice), namun Rismon membantah bahwa penulisan buku ini merupakan bagian dari syarat pembebasannya.

"Aduh, penafian lagi ya, selalu digoreng di sana bahwa ini pesananlah. Itu permulaan saya dari awal, kewajiban moral, kewajiban moral. Untuk membuktikan bahwa saya salah, ya tulis buku dong begini biar kita bermoral, biar ada literasi ilmiah," tegas Rismon.

Guna merampungkan naskah penelitian tersebut tanpa intervensi, Rismon mengaku sengaja mengisolasi diri ke kampung halamannya di Balige, Sumatera Utara, agar bisa bekerja secara fokus selama belasan jam setiap hari.

"Saya bertugas menyelesaikan kewajiban moral saya dan saya pergi ke kampung supaya fokus. Di sana saya bisa kerja 10, 12, hingga 14 jam fokus karena tidak ada kemacetan," terang Rismon.

Lebih lanjut, Rismon mengonfirmasi bahwa Jokowi memberikan restu sepenuhnya agar hasil kajian dari buku itu diuji dan dikuliti secara objektif di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia.

"(Pesan dari Pak Jokowi?) Bagus, cuma di-support ya kan bahwa ini harus ditempatkan ke dunia akademik. Diteliti, diiris, dikuliti di dunia akademik. Jadi enggak ada kaitannya dengan 'oh saya nggak suka tokoh politik ini, ayo kita buat supaya begini kesimpulannya', enggak begitu ya kan. Kalau kita tempatkan ini di seluruh universitas di Indonesia maka ini akan menjadi objek kajian yang netral, yang tidak subjektif, yang objektif gitu lho," beber Rismon.

Sebagai langkah lanjutan pascapertemuan tersebut, proses pembedahan dan peluncuran perdana buku otentikasi ini rencananya bakal difokuskan di kampus almamater Jokowi.

"Pertama di UGM. Kita usahakan di UGM bedah bukunya. Tadi perintah Pak Jokowi di UGM, artinya permohonan utamanya ke UGM," kata Rismon.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author