Timnas Inggris Hadapi Kroasia di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Share

Tim nasional Inggris akan memulai perjuangan di Grup L Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Kroasia di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Amerika Serikat, pada Kamis, 18 Juni 2026 dini hari WIB.

Pertandingan pembuka ini menjadi ujian awal bagi skuad asuhan Thomas Tuchel untuk mengakhiri penantian panjang gelar juara dunia, sekaligus menguji barisan pertahanan mereka yang dinilai kurang berpengalaman dan rentan cedera.

Inggris melaju ke putaran final dengan catatan sempurna delapan kemenangan tanpa kebobolan di fase kualifikasi, meskipun sempat gagal menang melawan Uruguai dan Jepang pada laga uji coba Maret lalu.

Di sisi lain, masa depan Thomas Tuchel sebagai pelatih kepala tetap berkaitan dengan hasil yang dicapai pada turnamen ini karena adanya klausul khusus dalam kontrak barunya hingga Euro 2028.

Bek Kroasia, Caleta-Car, memberikan perhatian khusus kepada penyerang andalan Inggris, Harry Kane, yang pernah ia hadapi pada Piala Eropa 2020 lalu.

"Kane membuat saya terkesan dalam pertandingan kami melawan Inggris di Kejuaraan Eropa, meskipun dia tidak mencetak gol," kata Caleta-Car yang dikutip dari ESPN.

Pemain Real Sociedad tersebut menilai seluruh anggota tim Kroasia harus mampu menerapkan strategi yang telah dipersiapkan oleh pelatih Zlatko Dalic untuk meredam ruang gerak para pemain Inggris.

"Pergerakan dan posisinya — Anda dapat dengan jelas melihat bahwa dia adalah seorang ahli dalam permainan ini dan tahu persis apa yang dia lakukan," sambung Caleta-Car.

Ia menegaskan bahwa timnya sudah sangat siap dan menantikan laga perdana tersebut demi mengantisipasi kualitas individu pemain lawan.

"Yang terpenting adalah kami menerjemahkan semua yang telah kami latih selama persiapan ke lapangan dan mencoba untuk mengeksekusi semua ide pelatih," bek Real Sociedad itu menjelaskan.

Kroasia berkomitmen penuh untuk tampil disiplin sepanjang pertandingan agar tidak memberikan celah bagi lini serang The Three Lions yang dikenal sangat tajam.

"Kami tidak memberi mereka terlalu banyak ruang. mereka pemain-pemain berkualitas yang dapat menentukan jalannya pertandingan hanya dengan satu langkah. Tapi kami siap dan menantikan pertandingan pertama," tegas Caleta-Car.

Sementara itu, bek tengah senior Inggris, John Stones, mengakui fase sulit yang pernah ia lalui akibat rentetan cedera dalam tiga tahun terakhir sebelum menyambut turnamen ini.

"Item itu adalah periode yang sulit ketika saya mengatakan itu [tentang pensiun] dan saya harap saya tidak akan mengalami hal itu lagi," kata Stones kepada BBC Sport.

Pemain Manchester City tersebut berhasil melewati masa-masa sulit berkat kekuatan mental untuk terus bangkit dan kembali bermain di level tertinggi bersama tim nasional.

"Kita semua bisa membandingkan diri kita dengan orang-orang atau pemain lain, era yang berbeda, dan memikirkan bagaimana perjalanan mereka atau bagaimana hal itu bisa berbeda, dan saya adalah salah satu yang melakukannya – 'mengapa hal-hal ini terjadi pada saya? Hal ini tidak terjadi pada orang lain'." tambah Stones.

Stones merasa bangga karena tetap kuat secara mental dan menilai keberhasilannya melewati situasi sulit tersebut sebagai pencapaian besar.

"Dan saya benar-benar harus menggali dalam-dalam, dan saya bangga pada diri sendiri karena tetap kuat secara mental sepanjang waktu dan berhasil melewati situasi-situasi tersebut. Saya merasa salah satu pencapaian terbesar saya adalah terus bangkit dari kegagalan-kegagalan itu, tak peduli seberapa besarnya, dan berada dalam kondisi terbaik serta kembali bermain di level yang sangat tinggi." ujar Stones.

Pelatih timnas Inggris, Thomas Tuchel, sempat memberikan pandangannya mengenai kondisi fisik Stones yang dinilai sangat krusial bagi kekuatan tim.

“Jika Anda datang ke Piala Dunia, Anda harus dalam kondisi fit,” kata Tuchel tentang Stones pada bulan Maret.

Tuchel mengakui kualitas pemahaman permainan serta kepribadian yang dibawa Stones ke dalam skuad, sehingga ia tetap mempercayainya meskipun sang pemain jarang tampil sebagai starter di klub.

“Ketika John datang [ke pemusatan latihan ini], dia dalam kondisi fit. Dia memang tidak banyak bermain, tapi dia memiliki pemahaman permainan yang baik. Saya tahu dia siap bermain.

Jadi, apakah pengecualian dari aturan yang berarti dia tidak sering menjadi starter? Saya bisa memahaminya karena saya penggemar beratnya. Saya tahu apa yang dia bawa ke tim dalam hal kepribadian, sikap, dan pemahaman permainan yang berkualitas.” terang Tuchel.

Kepala Eksekutif Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA), Mark Bullingham, turut memberikan penjelasan mengenai detail kontrak baru Tuchel yang memuat klausul performa.

"Ada klausul kinerja di setiap kontrak di FA, tetapi saya tidak akan membahas detailnya," kata Bullingham, dilansir dari BBC, Selasa (16/6/2026).

Pihak FA menegaskan posisi mereka yang bisa mengikat sang pelatih secara hukum melalui mekanisme evaluasi berdasarkan hasil pencapaian di turnamen.

"Kami dapat mengikatnya pada kontrak.", jawab Bullingham singkat.

Bullingham juga membela keputusan FA memperpanjang kontrak Tuchel sebelum Piala Dunia dimulai, mengingat kapasitasnya sebagai manajer tingkat atas yang banyak diminati.

"Kenyataannya adalah dia adalah manajer tingkat atas yang akan banyak diminati dan kami tahu kami memiliki seseorang yang melakukan pekerjaan yang sangat baik dan kami tidak bisa hanya mengharapkan seseorang untuk menunggu dan membiarkannya saja dan melihat bagaimana hasilnya." tutur Bullingham.

FA menilai keberadaan pelatih berpengalaman sangat dibutuhkan demi menghadapi tekanan yang lebih besar pada Euro 2028 mendatang.

"Itu bukan kenyataan hidup dalam profesi apa pun." jelas Bullingham.

Pihak asosiasi meyakini keputusan ini adalah langkah terbaik untuk mengamankan masa depan tim nasional Inggris dalam jangka panjang.

"Kami memiliki seseorang yang melakukan pekerjaan dengan sangat baik, kami pikir kami bisa memperpanjang kontraknya selama dua tahun lagi – ini adalah turnamen kandang (Euro 2028) di mana tekanannya bahkan lebih besar dan kami memiliki seorang manajer yang sudah berpengalaman dan telah membuktikannya," terang Bullingham.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author