Emtek Media dan Playtopia Jalin Kemitraan Strategis Garap Pasar Keluarga
Emtek Media dan Playtopia resmi menjalin kemitraan strategis yang menggabungkan kekuatan konten serta Intellectual Property (IP) unggulan dengan pengalaman offline berbasis lokasi. Seperti diberitakan oleh Bola, kolaborasi ini membuka peluang baru bagi brand untuk menjangkau segmen anak dan keluarga secara menyeluruh, dari layar digital hingga pengalaman langsung.
Indonesia menghadirkan potensi pasar yang sangat besar dengan adanya 44,14 juta anak usia 5–14 tahun serta 88,64 juta orang tua dari generasi Gen Z dan Milenial sebagai pengambil keputusan di rumah tangga. Menjangkau anak-anak kini berarti juga menjangkau seluruh anggota keluarga, yang menjadi peluang dual audience strategis bagi para pemilik brand.
Pergeseran perilaku menunjukkan bahwa keluarga Indonesia semakin memprioritaskan waktu berkualitas bersama. Aktivitas luar ruang tercatat meningkat 59 persen, industri playground tumbuh 60 persen, dan pergerakan traffic mal naik 15 persen pada kuartal pertama (Q1) 2026. Di sisi lain, kebutuhan ekosistem hiburan yang aman dan terpercaya terus meningkat seiring tingginya konsumsi digital anak.
Emtek Media menjawab kebutuhan pasar tersebut melalui platform yang kuat. Mentari TV kini memimpin kategori kids TV dengan menguasai 7 dari 10 program anak teratas, sekaligus masuk dalam jajaran 5 besar stasiun TV nasional pada Q1 2026.
Sementara itu, platform Vidio yang menjadi nomor satu di kalangan ibu dan remaja mencatat pertumbuhan konsumsi konten anak sebesar lebih dari 41 persen Year on Year (YoY). Rata-rata waktu menonton di platform ini mencapai 55 menit dengan tingkat penyelesaian tontonan atau completion rate sebesar 84 persen.
Pertumbuhan Connected TV yang mencapai lebih dari 31 persen juga memperlihatkan tren peningkatan aktivitas menonton bersama keluarga di layar besar. Kemitraan ini akan memperluas kekuatan konten digital Emtek Media ke dunia nyata melalui jaringan Playtopia.
Pertumbuhan Playtopia Capai Lebih dari 100 Persen
Sejak diluncurkan pada tahun 2019, Playtopia yang awalnya dikenal sebagai playground modern untuk anak kini telah berkembang menjadi platform leisure berbasis pengalaman untuk seluruh keluarga. Transformasi yang dilakukan pada tahun 2025 melengkapi fasilitas mereka dengan VR gaming, simulator rides, hingga wahana gokart.
Playtopia mencatatkan pertumbuhan bisnis lebih dari 100 persen dalam satu tahun, dengan total akumulasi mencapai 4,3 juta pengunjung di 52 lokasi di Indonesia. Kerja sama ini membuka akses bagi brand untuk menjangkau lebih dari 400.000 pengunjung per bulan, dengan rata-rata 6.000 hingga 11.000 pengunjung di setiap lokasi.
Melalui kolaborasi ini, kekayaan IP unggulan milik Emtek Media akan dihadirkan langsung di jaringan Playtopia. Salah satunya adalah kehadiran karakter populer Cipung melalui berbagai aktivitas interaktif serta produksi konten di lokasi guna menghubungkan keterikatan offline dengan amplifikasi online.
“Nowadays Gen Z parents are embracing active parenting, di mana keluarga semakin memprioritaskan quality time bersama. Dengan 44,14 juta anak dan 88,64 juta orang tua, segmen ini menjadi fokus utama kami. Melalui kerja sama dengan Playtopia, kami menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga aman dan relevan bagi anak dan orang tua, sekaligus melengkapi ekosistem Emtek Media.” kata Mutia Nandika selaku Chief Revenue Officer Emtek Media.
“Kami ingin menghadirkan konten yang dinikmati anak dan orang tua, tidak hanya di layar tetapi juga dalam keseharian mereka. Melalui Playtopia, kami dapat membawa IP dan brand kami lebih dekat ke kehidupan keluarga.” ujar Harsiwi Achmad selaku Programming Director Emtek Media.
“Dengan standar safety dan cleanliness yang tinggi, Playtopia menjadi ruang terpercaya bagi keluarga. Melalui partnership ini, kami menghadirkan pengalaman bersama yang menciptakan meaningful moments bagi anak dan orang tua.” tutur Karina Yenadia Winato selaku CMO Playtopia.
Kemitraan strategis ini menjadi solusi menyeluruh bagi brand untuk merangkul keluarga Indonesia melalui pendekatan 360 derajat yang menyatukan konten, distribusi media, serta pengalaman nyata di lapangan.