Timnas Spanyol Bersiap Hadapi Tanjung Verde di Laga Pembuka Grup H

Share

Timnas Spanyol dijadwalkan bersua Timnas Tanjung Verde pada pertandingan pembuka Grup H Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, pukul 23.00 WIB malam ini. Pertandingan ini menjadi momen bersejarah bagi Tanjung Verde yang berstatus sebagai tim debutan dalam kompetisi sepak bola tertinggi antarnegara tersebut.

Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, Tanjung Verde yang baru pertama kali lolos harus langsung menguji kemampuan melawan Spanyol, raksasa Eropa yang telah mencatatkan penampilan ke-17 mereka di Piala Dunia. Kiprah tim berjuluk Tubaroes Azuis atau Hiu Biru ini kini berada di bawah sorotan publik sepak bola global.

Perhatian tertuju pada Tanjung Verde menyusul hasil buruk yang didapat oleh tim debutan lain, yakni Timnas Curacao, yang tumbang dengan skor telak 1-7 dari Timnas Jerman di laga pembuka Grup E. Lolosnya Tanjung Verde ke putaran final sendiri dinilai sebagai pencapaian besar bagi negara kepulauan berpenduduk sekitar 529.000 jiwa itu.

Apapun hasil yang diraih di wilayah Kanada, Amerika Serikat, dan Meksiko diproyeksikan menjadi tonggak sejarah bagi perkembangan sepak bola di Afrika Barat. Pada laga ini, mereka menantang La Furia Roja, pemenang Piala Dunia 2010 yang kembali diunggulkan sebagai salah satu kandidat juara tahun ini.

"Kami ingin menunjukkan apa yang kami lakukan selama kualifikasi. Kami ingin bersaing dengan identitas kami dan memainkan semua pertandingan dengan keberanian dan organisasi untuk menunjukkan kepada dunia siapa kami sebagai tim dan sebagai negara," kata Bubista, Pelatih Tanjung Verde dikutip dari laman FIFA.

"Kami tahu betapa sulitnya ini dan kami menyadari nilai Spanyol, tetapi pertandingan tetap dimainkan di lapangan.”

Spanyol dituntut waspada mengingat Hiu Biru melaju ke putaran final dengan status juara grup pada kualifikasi Zona Afrika. Pasukan Bubista membukukan rekor mengesankan berupa lima kemenangan tanpa kebobolan saat bermain di kandang sendiri.

Tanjung Verde bahkan mampu melampaui perolehan poin negara-negara Afrika yang kerap menjadi langganan Piala Dunia, seperti Kamerun dan Angola. Strategi Pelatih Bubista dinilai sukses membangun tim dengan organisasi pertahanan solid, disiplin tinggi, fleksibilitas taktis, serta skema serangan balik yang mematikan.

"Mereka adalah tim dengan konsep taktis yang sangat jelas. Mereka membangun serangan dengan sangat baik. Mereka memiliki pemain yang kuat secara fisik. Banyak dari mereka bermain di Eropa dan berada di level kompetitif tersebut," kata Luis de la Fuente, Pelatih Spanyol

"Ini akan menjadi pertandingan yang mengharuskan kami tampil maksimal untuk bersaing.”

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author