Zomato Klarifikasi Notifikasi Palsu Biryani Terkait Isu Persetujuan Seksual
Aplikasi pesan antar makanan populer di India, Zomato, mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Gelombang protes dari para pengguna muncul setelah beredarnya sebuah pemberitahuan palsu yang dinilai menyinggung isu sensitif.
Seperti dikutip dari Detik Food, kehebohan ini bermula dari tangkapan layar notifikasi yang mencatut nama platform Zomato. Pesan tersebut menawarkan hidangan biryani seharga 370 Rupee atau sekitar Rp 70 ribuan.
Promosi tersebut menjadi kontroversial karena mengaitkan penawaran makanan dengan isu persetujuan atau consent dalam aktivitas seksual. Isu ini awalnya mencuat melalui materi stand up komedi yang dibawakan oleh komika India, Pranit More, berdasarkan cerita penontonnya yang bernama Himanshu Jangra.
Gaya komunikasi Zomato yang biasanya santai dan mengikuti tren internet sempat membuat netizen ragu mengenai keaslian pesan tersebut. Banyak pengguna media sosial yang mempertanyakan apakah kampanye digital itu benar-benar resmi dirilis oleh perusahaan.
Pihak manajemen Zomato segera merespons situasi ini dengan mengeluarkan pernyataan resmi. Perusahaan kuliner digital tersebut menegaskan bahwa notifikasi yang viral itu bukan dibuat oleh pihak mereka.
"Biryani adalah makan malam, bukan pernyataan persetujuan. Tangkapan layar pemberitahuan yang kamu lihat dengan nama kami adalah palsu. Kami tidak pernah menulis atau mengirimkan pesan tersebut," tulis pihak perwakilan Zomato.
Klarifikasi ini memicu diskusi lebih luas di kalangan netizen mengenai fenomena kencan saat ini. Banyak pengguna internet yang menyoroti kebiasaan mentraktir makanan yang sering kali disalahartikan untuk mendapatkan imbalan tertentu.
"Suarakan lebih banyak lagi! Membelikan makanan (kepada teman kencan) bukan berarti mendapat persetujuan untuk segala hal," tulis salah satu netizen.
"Kalau ini melibatkan tentang Biryani dengan ayam, apakah kalian sudah mendapat persetujuan dari ayamnya?" timpal netizen lain dengan jenaka.
Sejumlah konsumen setia Zomato juga turut membantu meluruskan informasi di platform digital. Mereka mengaku tidak pernah menerima pesan promosi bernada kontroversial tersebut selama menggunakan aplikasi.
"Saya juga pengguna Zomato, tetapi tidak pernah menerima pemberitahuan seperti itu. Sudah jelas, itu palsu," ujarnya.