Ruang Ganti Real Madrid Memanas Jelang Laga El Clasico

Share

Kondisi internal Real Madrid dilaporkan memasuki fase yang sangat sulit akibat ketegangan di dalam ruang ganti pemain. Seperti dikutip dari Bola, situasi ini terjadi di tengah ancaman kegagalan meraih gelar juara besar dalam dua musim berturut-turut.

Suasana di pusat latihan Valdebebas memburuk setelah muncul laporan mengenai perselisihan antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni. Ketegangan tersebut bahkan dilaporkan sempat membuat Valverde harus mendatangi rumah sakit.

Krisis ini menimpa Madrid menjelang pertandingan krusial melawan Barcelona dalam laga El Clasico akhir pekan nanti. Jika Barcelona berhasil meraih minimal hasil imbang, mereka akan mengunci gelar juara Liga Spanyol, yang menjadi momen pertama kalinya sebuah tim memastikan trofi La Liga melalui El Clasico.

Perselisihan antara Valverde dan Tchouameni dikabarkan bermula dari sesi latihan. Keduanya kembali terlibat adu argumen yang sengit pada sesi latihan berikutnya, yang memicu kabar bahwa Valverde harus dilarikan ke rumah sakit.

Melalui media sosial, Valverde memberikan klarifikasi mengenai kondisi yang dialaminya demi meredakan spekulasi.

"Dalam perdebatan itu, saya tanpa sengaja membentur meja hingga menyebabkan luka kecil di dahi saya karena itu saya harus menjalani pemeriksaan sesuai protokol di rumah sakit," tulis Valverde.

Manajemen Real Madrid kemudian mengeluarkan rilis resmi yang menyatakan bahwa pemain berusia 27 tahun itu mengalami trauma kranioensefalik atau cedera benturan pada kepala. Akibat cedera tersebut, gelandang asal Uruguay ini diperkirakan harus absen selama 10 hingga 14 hari.

Absennya Valverde membuat dirinya dipastikan melewatkan pertandingan El Clasico di Camp Nou. Padahal, laga ini menjadi pertandingan yang wajib dimenangkan oleh Madrid demi menjaga peluang dalam perebutan takhta juara.

Pihak klub kini telah mengambil tindakan tegas dengan membuka proses disipliner bagi Valverde maupun Tchouameni. Hasil akhir dari investigasi internal tersebut akan diumumkan oleh manajemen di kemudian hari.

Kylian Mbappe Menjadi Sasaran Kritik Suporter

Di tengah situasi tim yang sedang memanas, perhatian publik juga tertuju pada penyerang asal Prancis, Kylian Mbappe. Beberapa jam setelah insiden yang melibatkan Valverde dan Tchouameni, Mbappe terlihat meninggalkan fasilitas latihan sambil tertawa di depan kamera.

Tindakan mantan pemain Paris Saint-Germain tersebut memicu gelombang kritik baru dari para pendukung Los Blancos. Sebelumnya, Mbappe sempat mendapat kecaman karena berlibur ke Italia di saat timnya bertanding melawan Espanyol, padahal ia sedang dalam masa pemulihan cedera hamstring.

Kondisi sang penyerang kian sulit setelah beredar laporan mengenai konfrontasi antara dirinya dengan anggota staf pelatih Madrid. Akibat serangkaian kejadian ini, kemarahan suporter kini mengarah kepadanya, bahkan sebuah petisi daring yang meminta Mbappe hengkang dilaporkan telah mendekati 40 juta tanda tangan.

Komunikasi Antarpemain dan Pelatih Membeku

Media asal Spanyol, MARCA, mengabarkan bahwa keharmonisan skuad Madrid berada di titik rendah dengan sejumlah pemain yang kini nyaris tidak saling bertegur sapa. Laporan tersebut juga mengklaim ada enam pemain yang sudah memutus komunikasi dengan pelatih Alvaro Arbeloa.

Meskipun daftar nama tidak dirilis secara rinci, Raul Asencio, Alvaro Carreras, Dani Carvajal, dan Dani Ceballos disebut sebagai pemain yang beberapa kali berselisih dengan Arbeloa pada musim ini. Carvajal bahkan dilaporkan sempat melepaskan tekel keras kepada rekan setimnya dalam latihan karena rasa frustrasi akibat kurangnya menit bermain.

Di sisi lain, masalah kedisiplinan dan sikap membuat Asencio, Carreras, dan Ceballos beberapa kali dicoret dari daftar susunan pemain. Isu keretakan skuad ini kian menguat setelah Carreras mengunggah sebuah isyarat di Instagram yang mengindikasikan dirinya pernah ditampar oleh Antonio Rudiger dalam insiden latihan yang lain.

Tantangan Alvaro Arbeloa dan Rencana Perombakan Skuad

Alvaro Arbeloa mulai memimpin Real Madrid untuk menggantikan Xabi Alonso dengan misi awal menstabilkan tim. Sebelum meninggalkan posisinya, Alonso dilaporkan sempat kehilangan kendali atas ruang ganti dan menyebut skuad Madrid saat ini sebagai tim yang mustahil dilatih.

Semenjak kepemimpinan Arbeloa, performa Madrid belum membaik setelah tersingkir dari Liga Champions dan semakin tertinggal di kompetisi domestik. Manajemen klub kini menilai rentetan konflik internal yang terjadi sudah melewati batas wajar bagi klub sebesar Madrid.

Menghadapi sisa musim yang diprediksi tanpa gelar, manajemen Real Madrid dikabarkan sedang menyusun rencana perombakan besar-besaran untuk bursa transfer musim panas mendatang. Arbeloa diperkirakan akan menyudahi masa jabatannya sebagai pelatih kepala setelah musim kompetisi ini berakhir.

Manajemen kini mulai berburu sosok pelatih baru yang dinilai mampu meredam ego para pemain bintang sekaligus menyatukan kembali ruang ganti. Beberapa nama pemain seperti Dani Ceballos, Raul Asencio, hingga Dani Carvajal dilaporkan tidak lagi masuk dalam skema jangka panjang klub untuk musim depan.

Selain melepas beberapa pemain, manajemen Los Blancos juga memprioritaskan pembenahan pada sektor bek tengah dan gelandang tengah. Sementara untuk lini depan, Madrid masih mempertahankan Kylian Mbappe dan fokus mencari formula terbaik agar sang penyerang bisa menyatu dengan skuad inti lainnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author