Skotlandia Hadapi Haiti pada Laga Pembuka Grup C Piala Dunia 2026
Tim nasional Skotlandia bersiap menghadapi Haiti dalam laga pembuka Grup C Piala Dunia 2026 di Boston Stadium, Massachusetts, Amerika Serikat, pada Minggu malam waktu setempat setelah kedua negara absen panjang dari turnamen ini.
Superkomputer Opta mengunggulkan Skotlandia untuk meraih kemenangan dalam laga pertama mereka di Piala Dunia sejak 1998 dengan peluang sebesar 59,0 persen dalam simulasi pra-pertandingan. Berdasarkan catatan sejarah, Skotlandia selalu gagal melaju dari fase grup dalam 12 partisipasi mereka di turnamen mayor.
Pelatih kepala Skotlandia, Steve Clarke, mengonfirmasi bahwa gelandang Scott McTominay telah pulih dari gangguan pencernaan dan siap bertanding setelah sempat berlatih terpisah. Kendati demikian, Clarke menegaskan bahwa kesuksesan tim tidak hanya bertumpu pada satu pemain bintang saja.
"I've got 26 superstars here," kata Steve Clarke, Pelatih Head Coach Skotlandia.
Clarke menjelaskan bahwa seluruh elemen tim telah bekerja keras bersama-sama selama tujuh tahun terakhir untuk membangun kebersamaan dalam skuad.
"To try to put so much on to one person is not fair," ujar Steve Clarke, Pelatih Head Coach Skotlandia.
Timnas Skotlandia menaruh harapan besar pada kontribusi McTominay yang telah mencetak 13 gol dalam laga kompetitif sejak awal 2023.
"We've built everything we've done over the last seven years on the squad, the team, everyone being together and playing their part at certain times," tutur Steve Clarke, Pelatih Head Coach Skotlandia.
Skuad berjuluk The Tartan Army tersebut optimis menyongsong laga setelah meraih kemenangan besar 4-1 atas Curacao dan 4-0 atas Bolivia dalam laga uji coba.
"We are delighted with Scott's abilities and what he can bring to the team. But we are going to need another 15 to bring the same if we want to have a positive tournament," ucap Steve Clarke, Pelatih Head Coach Skotlandia.
Di sisi lain, Haiti kembali ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1974 setelah menjuarai grup kualifikasi wilayah CONCACAF. Penyerang Duckens Nazon menjadi andalan utama lini depan Haiti setelah mencetak enam gol selama masa kualifikasi.
Pertandingan ini akan dipimpin oleh wasit asal Aljazair, Mustapha Ghorbal, dibantu oleh Mokrane Gourari dan Abbes Akram Zerhouni, sementara Alejandro Hernandez dari Spanyol bertindak sebagai wasit keempat. Ghorbal tercatat memiliki pengalaman memimpin dua pertandingan di Piala Dunia 2022 Qatar.
Antusiasme tinggi juga ditunjukkan oleh para pendukung Skotlandia yang menyiasati tingginya biaya hotel di Boston dengan menginap di Providence, Rhode Island. Paul Goodwin dari Asosiasi Suporter Sepak Bola Skotlandia menyoroti lonjakan tarif hotel yang mencapai lebih dari 300 persen.
"There will be a lot of second mortgages and costs being put on credit cards," kata Paul Goodwin, Co-founder Scottish Football Supporters Association.
Goodwin menambahkan bahwa ada kekhawatiran mengenai kondisi finansial para penggemar akibat pengeluaran yang berlebihan ini.
"You can laugh about it, but there is a worry that some people are actually going to overextend themselves," ujar Paul Goodwin, Co-founder Scottish Football Supporters Association.
Untuk mengatasi kendala transportasi, para suporter mengoordinasikan penyewaan bus sekolah guna memangkas biaya operasional menuju stadion.
"There is a term, ‘No Scotland, no party,’" tutur Jason Waddleton, Pemilik Restoran The Haven.
Waddleton menambahkan bahwa para suporter akan membawa keceriaan khas Skotlandia ke area Boston.
"We’re gonna have kilts, smiling faces and a lot of great people," ucap Jason Waddleton, Pemilik Restoran The Haven.
Selain masalah akomodasi, suporter Skotlandia juga meluncurkan program ramah lingkungan melalui aplikasi khusus untuk memantau jejak karbon perjalanan mereka.
"The World Cup has really raised serious issues around the environmental impact caused by the expanded tournament and the essential travel for teams and supporters across three countries," kata Paul Goodwin, Co-founder Scottish Football Supporters Association.
Asosiasi suporter aktif berdialog untuk mencari solusi nyata guna meminimalkan dampak buruk perluasan format turnamen ini terhadap lingkungan.
"We have been in dialogue with many members of the Tartan Army about what we as ordinary fans can do to negate some of the problems caused by the environmental impact of the tournament," ujar Paul Goodwin, Co-founder Scottish Football Supporters Association.
Sementara itu, pada pertandingan Grup D yang berlangsung Sabtu, tuan rumah Amerika Serikat berhasil mengalahkan Paraguay dengan skor 4-1 di bawah arahan pelatih Mauricio Pochettino. Mantan bek Wales, Ashley Williams, menilai ekspektasi terhadap tim Amerika Serikat kini menjadi sangat besar.
"The United States brought in Pochettino with this tournament in mind after failing to deliver in past World Cups," kata Ashley Williams, Mantan Bek Wales.
Williams berpendapat bahwa komposisi pemain Amerika Serikat saat ini memiliki potensi besar untuk melangkah jauh di turnamen domestik mereka.
"They have also got a set of players you expect to go far in this tournament, so the expectation will be massive," ujar Ashley Williams, Mantan Bek Wales.
Menurut Williams, performa solid sejak awal akan membantu tim tuan rumah untuk menjuarai grup mereka.
"If things click with Pochettino and with a strong starting 11, I think United States can go far in this tournament on home soil. They will be looking at this group and thinking they should top it," tutur Ashley Williams, Mantan Bek Wales.
Pochettino sendiri terus memotivasi pasukannya agar tidak merasa sebagai tim non-unggulan dan berani menargetkan trofi juara.
"Why not us?" kata Mauricio Pochettino, Pelatih Timnas Amerika Serikat.
Mantan pelatih Tottenham tersebut menegaskan pentingnya memiliki impian besar di ajang tertinggi ini.
"We need to really believe that we can be there. We need to dream," ujar Mauricio Pochettino, Pelatih Timnas Amerika Serikat.
Mantan penjaga gawang Amerika Serikat, Tony Meola, menambahkan bahwa infrastruktur sepak bola di negaranya kini sudah jauh lebih maju dibandingkan era sebelumnya.
"Now we are so much more established," ucap Tony Meola, Mantan Penjaga Gawang Amerika Serikat.
Meola melihat adanya perkembangan fasilitas dan kompetisi liga yang sangat pesat di Amerika Serikat saat ini.
"We have players playing all round the world, we have an incredible league and have facilities the world is using right now. Those were a pipe dream a few years ago, now we are a football nation," tutur Tony Meola, Mantan Penjaga Gawang Amerika Serikat.
Setelah menghadapi Haiti, tim nasional Skotlandia dijadwalkan akan bertolak ke Miami untuk menantang tim favorit juara Brasil pada laga pamungkas grup tanggal 24 Juni.