Pemain Timnas Jerman Biayai Transportasi Ratusan Suporter di Piala Dunia 2026
Skuat Timnas Jerman memutuskan untuk mendanai fasilitas transportasi bus bagi 600 suporter yang akan menonton pertandingan penutup fase grup Piala Dunia 2026 menghadapi Ekuador di Stadion MetLife, New Jersey.
Langkah solutif tersebut diambil oleh para pemain setelah lonjakan harga akomodasi perjalanan menuju lokasi pertandingan memicu gelombang kritik dari berbagai pihak, seperti dilansir dari Detik Travel pada Sabtu (13/6/2026).
Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB) mengonfirmasi bahwa seluruh penggawa tim nasional, termasuk kapten Joshua Kimmich, bakal patungan guna menyewa armada bus yang bertolak dari New York menuju area stadion pada laga tanggal 25 Juni mendatang.
"Dengan tingginya biaya perjalanan bus dan kereta di New York selama piala dunia, para pemain Timnas Jerman mengorganisasi transportasi gratis untuk 600 penggemar menuju pertandingan terakhir fase grup," kata DFB seperti dikutip dari BBC, Sabtu (13/6/2026).
Pihak federasi menambahkan bahwa aksi sosial ini murni merupakan inisiatif kolektif dari internal tim demi meringankan beban finansial para pendukung setia mereka.
"Kapten Joshua Kimmich dan rekan-rekannya menanggung biaya bus yang akan membawa suporter dari New York ke stadion di New Jersey untuk pertandingan melawan Ekuador," lanjut pernyataan tersebut.
Lonjakan tarif transportasi publik sepanjang turnamen akbar ini memang memicu polemik, di mana karcis kereta rute pusat Kota New York menuju Stadion MetLife melambung dari USD 12,90 (Rp 231 ribu) menjadi USD 150 (Rp 2,6 juta), sebelum akhirnya diturunkan ke angka USD 98 (Rp 1,7 juta).
Penyesuaian harga juga terjadi pada moda transportasi bus antar-jemput untuk rute serupa, yang mana tarif awal sebesar USD 80 (Rp 1,4 juta) dipangkas otoritas setempat menjadi USD 20 (Rp 358 ribu).
Berdasarkan keterangan Gubernur New Jersey, ketetapan harga tinggi ini terpaksa diterapkan lantaran badan sepak bola dunia (FIFA) enggan mengucurkan subsidi perjalanan bagi para penonton.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan pelaksanaan Piala Dunia 2018 di Rusia serta edisi 2022 di Qatar, yang mana seluruh pemegang tiket dibebaskan dari biaya transportasi menuju stadion dan area fan zone.
Pemerintah Amerika Serikat sebenarnya sempat menyepakati penyediaan fasilitas gratis tersebut dalam perjanjian tuan rumah pada 2018, namun amandemen kontrak pada 2023 membatalkan kebijakan itu sehingga suporter wajib membayar ongkos sesuai biaya operasional.