Akio Toyoda Khawatirkan Dominasi Mutlak Mobil Listrik Global
Kekhawatiran mengenai masa depan industri otomotif global yang berpotensi hanya mengandalkan kendaraan listrik murni (BEV) disampaikan oleh Chairman Toyota, Akio Toyoda, pada Sabtu (13/6), dilansir dari Detik Oto.
Toyoda merasa berjuang sendirian dalam mempertahankan eksistensi mesin pembakaran internal (ICE) untuk kendaraan massal di tengah transisi massal para pabrikan ke mobil listrik.
"Semua orang beralih ke BEV, dan itu adalah ketakutan terbesar saya," ujar Akio Toyoda, Bos Toyota.
Penegasan tersebut disampaikannya karena ia mengklaim sebagai satu-satunya pihak yang konsisten menyuarakan kecintaan terhadap karakteristik mobil konvensional demi melindungi sektor lapangan kerja manufaktur.
"Tiga-empat tahun lalu, saya satu-satunya yang mengatakan kepada media bahwa saya menyukai aroma, menyukai suara, dan menyukai mesin. Saya ingin mempertahankan lapangan kerja bagi pemasok mesin. Tapi tampaknya saya adalah satu-satunya. Saya merasa sangat sendirian," tambah Akio Toyoda, Bos Toyota.
Pandangan tersebut didasari oleh keyakinan Toyoda bahwa masih terdapat banyak pencinta otomotif, termasuk internal eksekutif Toyota, yang menginginkan keberagaman opsi mesin di masa depan.
Bagi pria asal Jepang ini, esensi sebuah kendaraan melampaui fungsi alat transportasi biasa melainkan sebuah mainan yang layak dikoleksi di dalam garasi pribadi.
"Saya ingin membuat mobil yang ingin saya miliki. Jika saya hanya harus membuat mobil netral karbon, itu tidak menarik," ungkap Akio Toyoda, Bos Toyota.
Kendati demikian, Toyota tetap mengonfirmasi komitmen pengembangan multiteknologi ramah lingkungan yang mencakup kendaraan berbahan bakar hidrogen, fuel cell, hingga modifikasi mesin pembakaran hidrogen.
Lini kendaraan performa tinggi seperti generasi terbaru GR Yaris dengan teknologi hybrid bertenaga besar, serta proyek mobil sport MR2, Celica, dan GR GT bermesin V8 twin-turbo juga terus disiapkan.