VAR Ubah Keputusan Kartu Kuning dalam Laga Amerika Serikat Melawan Paraguay
Teknologi video assistant referee (VAR) mencetak sejarah baru dalam Piala Dunia ketika wasit Danny Makkelie membatalkan kartu kuning bek Amerika Serikat Tim Ream akibat salah identifikasi pemain pada pertandingan Grup D melawan Paraguay di Stadion SoFi, Sabtu, 13 Juni 2026.
Tim tuan rumah sedang unggul nyaman 3-0 saat bek veteran Tim Ream dihukum kartu kuning karena dinilai melanggar Miguel Almiron, namun wasit kemudian mengubah keputusannya setelah meninjau monitor atas saran VAR.
Wasit asal Belanda tersebut mencabut kartu kuning untuk Ream dan beralih menghukum Almiron yang terbukti melakukan diving, sebuah intervensi VAR pertama untuk kasus salah identifikasi di Piala Dunia.
Aturan baru yang diajukan oleh Kepala Wasit FIFA Pierluigi Collina ini mengizinkan perubahan keputusan jika kartu kuning atau merah diberikan kepada pemain yang sebenarnya dilanggar oleh tim lawan.
Keputusan tersebut sempat membingungkan penonton di stadion karena wasit membiarkan tendangan bebas diambil terlebih dahulu sebelum menghentikan permainan untuk meninjau VAR.
Mantan bek Everton dan Wales Ashley Williams memberikan komentarnya mengenai insiden tidak biasa tersebut kepada BBC Sport.
"They let them take the free-kick, which was bizarre but clearly the right decision." ujar Ashley Williams, Mantan Bek Everton dan Wales.
Williams menilai bahwa meskipun proses tersebut terlihat aneh bagi penonton, keputusan akhir yang diambil oleh wasit sudah sangat tepat.
"It's the first time we have seen it but fair play." kata Ashley Williams, Mantan Bek Everton dan Wales.
Mantan gelandang Inggris Danny Murphy yang menjadi komentator pendamping untuk BBC Sport juga turut menyampaikan pandangannya mengenai penerapan aturan baru ini.
"Any adaptation of the rules which means diving gets more punishment is good." kata Danny Murphy, Mantan Gelandang Inggris.
Pertandingan itu sendiri berakhir dengan kemenangan 4-1 untuk Amerika Serikat asuhan Mauricio Pochettino berkat dua gol Folarin Balogun, gol bunuh diri Damian Bobadilla, dan sepakan melengkung Giovanni Reyna.