Amerika Serikat Turunkan Skuad Terbaik Hadapi Paraguay di Piala Dunia
Tim nasional sepak bola pria Amerika Serikat menurunkan bek utama Chris Richards sebagai starter untuk menghadapi Paraguay dalam laga pembuka Grup D Piala Dunia 2026 di Los Angeles Stadium pada Jumat, 12 Juni 2026, pukul 6 sore waktu setempat.
Dilansir dari Irish Sun, Richards kembali bermain setelah pulih dari cedera robek dua ligamen pergelangan kaki kiri yang dideritanya saat membela Crystal Palace pada 17 Mei 2026, menggantikan Miles Robinson yang menjadi starter dalam dua laga uji coba sebelumnya.
Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, juga menunjuk kiper Matt Freese sebagai starter di bawah mistar gawang, mengungguli Matt Turner yang merupakan kiper utama AS pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Selain itu, Pochettino resmi menunjuk bek veteran Charlotte FC berusia 38 tahun, Tim Ream, sebagai kapten tim yang menjadikannya pemain tertua Amerika Serikat yang pernah berpartisipasi dalam ajang Piala Dunia.
"His experience is massive, playing more than ten years in Europe," kata Pochettino dalam laporan Charlotte FC terkait penunjukan kapten tersebut.
"He is a leader."
Ream yang mengomandani lini belakang saat AS menang 3-2 atas Senegal dan kalah 2-1 dari Jerman dalam laga uji coba merasa sangat terhormat memimpin tim di tanah kelahiran mereka.
"This is more than a dream come true," ujar Ream.
"It’s the highest honor for me in this group, and I’m not going to take that for granted."
Ketenangan lini belakang Amerika Serikat juga diperkuat oleh bek kanan berusia 21 tahun, Alex Freeman, yang melakoni debutnya pada Juni 2025 dan baru saja pindah ke klub La Liga Villarreal dari Orlando City.
"He was just giving me those kind of speeches that you hear from a dad," kata Freeman menceritakan nasihat dari ayahnya, Antonio Freeman, mantan juara Super Bowl NFL.
"He just told me to be myself. He knows that being myself has got me to this point. So why change that?"
Performa impresif Freeman dalam kamp pelatihan menjelang turnamen akbar ini mendapat pujian langsung dari penyerang andalan Amerika Serikat, Christian Pulisic.
"Alex, he's a beast, man," puji Pulisic.
"He's really impressed me, especially in these first two games here in this camp. I think he's done such a good job, just his overall presence and what he brings, not even just physicality and athleticism, but he's made some good forward progression with the ball and played good balls in behind."
"I feel like he seems a lot calmer, and I like what I've seen from him."
Di sisi lain, gelandang Weston McKennie yang menganggap periode hidupnya saat ini penuh tantangan bertekad menunjukkan performa terbaik demi keluarganya, terutama sang ibu, Tina McKennie.
"Just bettering my game and bettering my life outside. Trying to stay true to my values and whatnot," kata McKennie kepada TODAY.com.
Pemain berusia 27 tahun tersebut sangat menantikan momen emosional mendengarkan lagu kebangsaan dinyanyikan di hadapan para pendukung tuan rumah.
"The first game, hearing the national anthem. The first time I ever heard the national anthem, I was in Portugal whenever I was with the first team of the national team. Hearing that for the first time on the professional and senior team level was amazing, and then hearing it again in the last World Cup," kenang McKennie.
"Being able to hear it again on home soil with home fans and hopefully everyone’s singing it, I think it’ll be a special moment."
Sementara itu, kubu Paraguay juga mendapat kabar baik setelah penyerang muda Julio Enciso masuk dalam daftar susunan pemain awal pilihan pelatih Gustavo Alfaro, meski sempat mengalami cedera otot paha kanan saat laga persahabatan melawan Nikaragua seminggu sebelumnya.
Dilansir dari The Guardian, Paraguay kembali ke Piala Dunia setelah absen sejak 2010 di bawah asuhan taktis Alfaro, pelatih asal Argentina yang membawa karakter permainan disiplin, fisik kuat, serta pertahanan kokoh yang hanya kebobolan 10 gol dari 18 laga kualifikasi.
"I love people to see Paraguay again as the team no one wants to face," tegas Alfaro saat awal kedatangannya pada Agustus 2024.
Kembalinya La Albirroja ke panggung dunia memicu antusiasme luar biasa di negara tersebut, di mana otoritas migrasi Paraguay mencatat rekor eksodus massal di Bandara Internasional Silvio Pettirossi.
Direktur Direktorat Nasional Migrasi, Jorge Kronawetter, mengonfirmasi kepada media negara bahwa lebih dari 4.500 suporter telah terbang ke Amerika Serikat sejak Minggu, 7 Juni 2026, untuk memberikan dukungan langsung.
"More than 1,000 passengers in one night represents a significant challenge that has never occurred in Paraguay before; with the regular flights included, it is something historic, and a party atmosphere was experienced at the airport," ungkap Kronawetter mengenai lonjakan penumpang pada Rabu malam.
Pertandingan pembuka ini dipimpin oleh Gustavo Alfaro yang memiliki rekor kepelatihan panjang dengan total 962 pertandingan di level klub dan internasional.
| Kategori Pertandingan | Main | Menang | Kalah | Seri | Persentase Kemenangan |
|---|---|---|---|---|---|
| Total Karier Pelatih | 962 | 393 | 282 | 287 | 40,85% |
| Bersama Timnas Paraguay | 19 | 9 | 6 | 4 | 47,37% |
Setelah menghadapi Amerika Serikat, tim nasional Paraguay dijadwalkan bertanding melawan Turki pada 19 Juni 2026 di Levi's Stadium, Santa Clara, sebelum menutup fase Grup D melawan Australia pada 25 Juni 2026 di lokasi yang sama.