PSIM Yogyakarta Menundukkan Madura United Dua Satu di Bantul
PSIM Yogyakarta sukses menundukkan Madura United dengan skor 2-1 dalam pertandingan pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Minggu (17/5/2026) malam WIB. Kemenangan ini dilansir dari Bola menjadi penutup laga kandang yang manis bagi Laskar Mataram musim ini.
Tuan rumah tampil mendominasi sejak awal pertandingan melalui gol yang dicetak oleh Ezequiel Vidal pada menit ke-18 dan Muhammad Iqbal pada menit ke-34. Sementara itu, Madura United hanya mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Junior Brandao pada menit ke-62.
Tambahan tiga poin dari pertandingan ini membuat Laskar Mataram kini nyaman berada di papan tengah klasemen sementara. Franco Ramos dan rekan-rekannya sekarang menempati peringkat ke-11 dengan mengoleksi 45 poin dari 33 laga yang telah dijalani.
"Secara keseluruhan saya pikir di babak pertama kami bermain sangat luar biasa. Kami tampil sangat bagus, menciptakan banyak peluang, dan mencetak dua gol," ujar pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel.
Pelatih asal Belanda tersebut menambahkan bahwa ia sangat menikmati jalannya pertandingan dari bangku cadangan. Namun pada babak kedua, lawan bermain lebih agresif karena hasil pertandingan di Solo memaksa mereka mengambil risiko yang lebih besar.
"Saya sangat menikmati permainan dari bangku cadangan. Sementara di babak kedua, kami tahu mereka harus bermain habis-habisan karena hasil pertandingan di Solo, jadi mereka mengambil risiko lebih besar."
Pertandingan sempat berjalan sengit setelah Madura United memperkecil skor. Meskipun demikian, tim tuan rumah berhasil mempertahankan keunggulan mereka hingga peluit panjang berbunyi.
"Pada akhirnya kami harus berjuang untuk mengamankan kemenangan setelah mereka mencetak gol. Tapi saya pikir kami memang layak memenangkan pertandingan ini," sambung Jean-Paul van Gastel.
Kemenangan Laskar Mataram tersebut sempat diwarnai insiden kartu merah. Donny Warmerdam terpaksa keluar lapangan setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-86, sehingga PSIM harus bermain dengan 10 orang di sisa laga.
"Saya rasa itu kartu merah yang sangat bodoh. Saya memahami adanya kejengkelan terhadap wasit. Syukurlah saya sudah tidak bermain lagi sekarang," kata Jean-Paul van Gastel.
Tindakan tidak disiplin tersebut dinilai sang pelatih telah merugikan tim karena ketidakmampuan pemain dalam meredam emosi di lapangan.
"Tapi bagaimanapun juga Anda harus tetap bisa mengendalikan emosi Anda. Dia tidak melakukannya dan saya rasa dia merugikan tim. Jadi dengan hal-hal seperti ini Anda membuat saya marah," lanjut Jean-Paul van Gastel.
Di sisi lain, bek PSIM Yogyakarta, Jop van der Avert, merasa sangat bersemangat bermain dalam kondisi stadion yang dipenuhi oleh para penonton. Kehadiran suporter diakui menjadi motivasi tambahan yang besar bagi seluruh skuad Laskar Mataram.
"Kami tahu tiket pertandingan hari ini terjual habis dan kami sudah membicarakannya sebelum laga. Di babak pertama Anda bisa melihat para penggemar memberi kami banyak energi dan kami membalasnya dengan dua gol yang sangat bagus," ucap bek PSIM Yogyakarta, Jop van der Avert.
Pemain berusia 25 tahun itu juga menyadari bahwa Madura United akan memberikan tekanan tinggi demi mengamankan tiga poin, namun timnya tetap mampu meredam agresi tersebut.
"Kami tahu mereka akan menekan karena membutuhkan tiga poin. Tapi kami tetap berhasil memenangkan pertandingan ini dan saya pikir itu tiga poin yang sangat bagus untuk kami."
Kemenangan di hadapan publik sendiri yang memadati stadion menjadi momen spesial bagi seluruh pendukung PSIM Yogyakarta.
"Tentu saja ini juga menjadi malam yang indah untuk para penggemar karena stadion sold out. Saya pikir ini malam yang sangat baik untuk semua orang," imbuh Jop van der Avert.