Real Madrid Kontrak Kembali Jose Mourinho Tiga Musim

Share

Manajemen Real Madrid resmi mengumumkan penunjukan kembali Jose Mourinho sebagai pelatih utama baru untuk durasi tiga musim ke depan hingga 30 Juni 2029 pada Kamis (11/6/2026) malam waktu setempat.

Langkah pemulangan juru taktik asal Portugal tersebut dilakukan setelah manajemen El Real menebus klausul kompensasi dari Benfica senilai 15 juta Euro demi menggantikan posisi pelatih interim Alvaro Arbeloa. Pemilihan Mourinho didorong oleh target Presiden Klub Florentino Perez untuk mengembalikan kejayaan Los Blancos setelah melewati dua musim terakhir tanpa raihan trofi mayor.

Berdasarkan catatan sejarah, pelatih berusia 63 tahun itu pernah menukangi Real Madrid pada periode 2010-2013 dengan mempersembahkan trofi LaLiga, Copa del Rey, dan Piala Super Spanyol. Namun, kembalinya pria yang menjabat posisi pelatih di Benfica sebelum kepindahan ini memicu keraguan dari mantan penyerang Los Blancos, Michael Owen.

Dalam wawancara eksklusif bersama GOAL, Owen menyatakan keterkejutannya atas keputusan manajemen raksasa Spanyol tersebut yang memilih figur jangka pendek.

"Jose Mourinho sebagai pelatih tim utama untuk tiga musim ke depan, hingga 30 Juni 2029." cetus situs resmi Real Madrid.

Mourinho sendiri dijadwalkan mulai memimpin latihan skuad Santiago Bernabeu pada 13 Juli mendatang yang bertepatan dengan agenda hari pertama pramusim klub. Mantan bintang lini depan Inggris, Michael Owen, menilai penunjukan ini penuh dengan risiko besar dan drama di luar lapangan.

"Ini cukup mengejutkan bagi saya. Dia tidak tampil terlalu bagus dalam beberapa pekerjaan terakhirnya. Dia sudah pernah menangani Real Madrid sebelumnya. Saya terkejut mendengarnya. Sejujurnya, saya tidak terlalu antusias. Kita tunggu saja. Barcelona sedang dalam performa bagus saat ini. Dia akan punya banyak pekerjaan. Tapi pada akhirnya, ini Real Madrid. Mereka punya banyak uang. Mereka punya banyak pemain hebat. Mereka punya stadion hebat, skuad hebat. Ini pekerjaan yang luar biasa untuk diambil, jadi saya tidak menyalahkannya karena menerimanya. Tapi saya terkejut Madrid memberikannya kepadanya, saya akui." kata Michael Owen, Mantan Striker Real Madrid.

Owen juga menyoroti bahwa tidak ada jaminan prestasi instan dari mantan manajer Chelsea dan Manchester United tersebut, merujuk pada minimnya trofi besar yang diraih dalam beberapa tahun belakangan. Karir kepelatihan Mourinho tercatat berjalan singkat di beberapa klub terakhir, termasuk saat menukangi Fenerbahce selama 62 laga dan Benfica sepanjang 45 pertandingan.

"Dalam arti tertentu. Tapi banyak manajer lain yang menang. Apa yang telah dimenangkan Jose Mourinho dalam lima tahun terakhir atau apa pun itu? Bahkan masa jabatannya di Real Madrid tidak begitu gemilang. Jadi, bukan berarti Anda menempatkan Jose dan itu jaminan kemenangan, dan Anda harus menerima semua hal negatif yang menyertainya—drama dan segala macam hal lainnya. Tidak ada jaminan menang dengannya. Mungkin 15 tahun lalu bisa dibilang ada. Tapi hanya menunjuknya dan berkata, ‘baiklah, oke, kita akan menerima drama-drama itu, tapi setidaknya kita akan menang’. Saya tidak berpikir itu sudah pasti sama sekali. Jika itu hanya jaminan kemenangan, maka saya akan mengerti. Tapi saya tidak berpikir ada jaminan seperti itu." tambah Michael Owen, Mantan Striker Real Madrid.

Mourinho nantinya harus mengelola ruang ganti yang dihuni pemain bintang berkarakter kuat seperti Vinicius Junior dan Kylian Mbappe. Owen memprediksi nasib pelatih di Liga Spanyol sangat bergantung pada hasil akhir persaingan dengan Barcelona.

"Soal Madrid, ini seperti lemparan koin, bukan? Kamu menang, semuanya indah. Dan jika tidak, maka kamu dipecat. Mungkin memang seperti lemparan koin. Liga itu seperti lemparan koin. Siapa yang akan menang, Barcelona atau Real Madrid? Dan siapa pun yang tidak menang, entah Hansi Flick yang akan dipecat atau Jose Mourinho yang akan dipecat tiga perempat jalan musim depan, saya kira. Itu seperti lempar koin, pilih saja. Saya kira Real Madrid seharusnya melihat ke masa depan, membangun sesuatu. Iipikir ini adalah penunjukan yang sangat jangka pendek dan tidak kreatif. Dia punya kualifikasi, tapi saya hanya mengharapkan orang lain." urai Michael Owen, Mantan Striker Real Madrid.

Kendati demikian, aspek pendekatan personal yang dimiliki Mourinho dinilai dapat menjadi faktor positif untuk meredam potensi konflik internal ego pemain. Sebelum resmi pindah, Mourinho tercatat terakhir kali mengangkat trofi kompetisi Eropa saat membawa AS Roma juara Conference League pada tahun 2022.

"Satu hal yang pasti tentang Jose, semua pemain yang pernah bermain di bawah asuhannya sangat menyukainya. Setiap orang yang saya ajak bicara yang pernah dilatihnya, atau sebagian besar dari mereka, menganggapnya sebagai manajer yang luar biasa dalam menangani pemain secara personal. Saya pikir jika ada orang yang berpotensi menyelesaikan semua itu, maka itu bisa menjadi penunjukan yang bagus. Namun, hal itu juga masih harus dilihat." tutup Michael Owen, Mantan Striker Real Madrid.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author