Aghnia Sofyan Rilis Novel Thriller How to Kill Your Husband
Genre cerita seru dan detektif yang digarap oleh sastrawan domestik tengah mendapatkan perhatian besar dari kalangan pembaca. Salah satu kreator yang mengambil bagian dalam tren ini adalah Aghnia Sofyan melalui karya terbarunya.
Nama Aghnia Sofyan kini menjadi sorotan hangat di kalangan penikmat literasi. Hal ini terjadi setelah dirinya meluncurkan karya fiksi bergenre detektif yang diberi tajuk 'How to Kill Your Husband', seperti dilansir dari Detikcom.
Sebelum melahirkan karya ini, figur yang akrab disapa Nyanya tersebut telah dikenal lewat buku bertajuk Margo dan Rahasia Setengah Abad. Dirinya juga tercatat sebagai pemenang ajang The Writer's Show 2021 yang diinisiasi oleh Gramedia Writing Project.
Aghnia Sofyan menegaskan bahwa karya terbarunya ini murni merupakan kisah karangan dan bukan sebuah buku panduan praktis.
"Aku mau negesin dulu, ini tuh bukan tutorial ya. Bukan buku panduan. Ini 100% fiksi. Ini adalah novel thriller detective, yang intinya tentang kemarahan perempuan," kata Aghnia di kantor detikcom pada Selasa (10/6/2026).
Alur cerita dalam novel tersebut memfokuskan kisah pada peristiwa kematian tragis seorang lelaki akibat terjatuh dari tempat tinggi. Pihak kepolisian kemudian mencurigai sang istri, Serena Natalegawa, sebagai sosok pelaku utama.
Dalam proses penyelidikan, tokoh detektif di dalam cerita justru mengungkap berbagai rahasia kelam yang disembunyikan oleh orang-orang terdekat korban. Aghnia Sofyan menyatakan bahwa ide penulisan naskah ini datang dari kisah-kisah personal yang dibagikan oleh kaum perempuan.
"Kenapa aku menulis ini? Pada saat itu aku lagi denger, dapet banyak banget masukan cerita dari perempuan-perempuan di dekat aku," katanya.
Kumpulan kisah tersebut dinilai memperlihatkan bagaimana fase seorang perempuan dalam menjalani proses kehidupan. Namun, sang penulis memilih untuk meramu dinamika tersebut ke dalam formula narasi detektif demi menampilkan sisi kemarahan perempuan.
"Ini sebenarnya tentang male rage, tentang kemarahan perempuan," ucapnya.
Guna membangun tensi misteri yang kuat, cerita ini dikemas dengan menggunakan beberapa sudut pandang penuturan sekaligus. Pembaca akan diajak melihat kronologi peristiwa dari sisi detektif, aparat kepolisian, hingga sosok yang menjadi tersangka.
Pemilihan tajuk yang provokatif diakui sengaja dilakukan untuk memancing rasa penasaran publik sejak impresi pertama.
"Sengaja dipilih itu biar pembaca dari megang buku aja udah ngerasa 'apa nih? Saya harus tahu'," katanya.