Rupiah Menguat ke Rp18.141 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 46 poin atau 0,26 persen pada perdagangan Selasa (9/6) pagi. Mata uang Indonesia tersebut kini bergerak ke level Rp18.141 per dolar AS.
Apresiasi mata uang Garuda ini terjadi di tengah penguatan mayoritas mata uang di kawasan Asia. Yuan China naik 0,07 persen, peso Filipina bertambah 0,07 persen, ringgit Malaysia menguat 0,31 persen, dolar Singapura terangkat 0,10 persen, won Korea Selatan melonjak 0,77 persen, dan dolar Hong Kong ter apresiasi 0,01 persen, sedangkan yen Jepang melemah 0,02 persen.
Kondisi serupa juga dialami mata uang utama negara maju yang didominasi zona hijau. Euro Eropa terpantau naik 0,05 persen, poundsterling Inggris meningkat 0,08 persen, dolar Australia menguat 0,19 persen, dolar Kanada bertambah 0,05 persen, dan franc Swiss terangkat 0,05 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pendorong penurunan harga minyak dunia, sehingga rupiah berpotensi melanjutkan penguatan.
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah menurunnya harga minyak dunia seiring meredanya geopolitik di Timur Tengah, di mana Iran dan Israel untuk sementara waktu menghentikan serangan. Namun, penguatan akan terbatas mengingat sentimen domestik yang masih lemah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Untuk perdagangan hari ini, pergerakan nilai tukar rupiah diproyeksikan akan berada dalam kisaran antara Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS.