Donald Trump Klaim Momentum Positif Penghentian Konflik Iran-Israel
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim adanya perkembangan positif menuju berakhirnya konflik antara AS, Israel, dan Iran pada Selasa (9/6/2026), dilansir dari Bloombergtechnoz.
Langkah ini menyusul mediasi penghentian saling serang rudal balistik antara Israel dan Iran guna mencegah eskalasi perang skala penuh di kawasan Timur Tengah.
"Kita sedang berada di tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat bagus," ujar Trump kepada para wartawan di New York pada hari Selasa (9/6).
Trump menambahkan bahwa kejelasan mengenai kesepakatan permanen tersebut kemungkinan besar sudah bisa didapatkan dalam waktu satu atau dua hari ke depan.
"Kita mungkin sudah bisa mendapatkan kejelasan dalam satu atau dua hari ke depan," ujar Trump kepada para wartawan di New York pada hari Selasa (9/6).
Gencatan senjata yang telah berjalan sekitar dua bulan sempat terancam oleh kontak senjata sporadis, termasuk jatuhnya helikopter Apache Angkatan Darat AS di dekat Selat Hormuz.
Saat dikonfirmasi mengenai insiden jatuhnya helikopter tersebut, Trump menyatakan bahwa para pilot militer berada dalam kondisi aman.
"tindakan yang jauh lebih keras dan lebih mematikan dari sebelumnya akan segera diluncurkan," ujar komando militer pusat Teheran melalui pernyataan resmi militer yang dikutip kantor berita semi-pemerintah Fars.
Pihak Iran menegaskan kesiapan mereka untuk merespons jika Israel memutuskan untuk melanjutkan operasi militer, termasuk serangan di wilayah Lebanon selatan melawan milisi Hizbullah.
Kondisi yang masih rawan ini juga ditegaskan oleh pemimpin Iran yang menyatakan bahwa posisi negaranya tetap aktif dalam upaya diplomasi maupun kesiapan militer.
"negaranya tidak meninggalkan medan pertempuran maupun meja perundingan," ujar Masoud Pezeshkian, Presiden Iran melalui unggahan di media sosial.
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pidatonya menyatakan menahan diri dari serangan ke Iran, meski operasi militer di Lebanon selatan tetap berjalan penuh.
Di sisi lain, kelompok Houthi di Yaman mengumumkan perluasan blokade maritim terhadap kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel di kawasan Laut Merah.
"larangan total dan menyeluruh terhadap pelayaran musuh Israel di Laut Merah," ujar kelompok Houthi di Yaman melalui pernyataan yang dipublikasikan melalui kanal Telegram mereka pada Senin.
Dampak konflik ini sempat memicu lonjakan biaya energi global setelah Iran memblokade Selat Hormuz, jalur krusial bagi seperlima perdagangan minyak dunia.
Pasar finansial merespons positif jeda pertempuran ini dengan penurunan harga minyak mentah Brent sebesar 1,3 persen ke kisaran US$93 per barel.