Rupiah Menguat Tajam Imbas Kenaikan Suku Bunga BI Rate

Share

Nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat mengalami kejatuhan terhadap rupiah setelah adanya pengumuman resmi dari Bank Indonesia terkait lonjakan suku bunga acuan pada Selasa (9/6/2026).

Penguatan mata uang garuda ini tercatat dalam data Bloomberg, di mana dolar Amerika Serikat melemah signifikan sebesar 0,75 persen atau merosot hingga 136,5 poin, sehingga posisinya kini berada di level Rp 18.051, seperti dilansir dari Detik Finance.

Tekanan terhadap mata uang Negeri Paman Sam sebenarnya sudah terjadi sejak awal perdagangan dibuka pada pagi hari. Pada pembukaan pasar tersebut, dolar Amerika Serikat bertengger di posisi Rp 18.160 atau mengalami depresiasi awal sebesar 0,15 persen yang setara dengan penurunan 27 poin.

Langkah mengejutkan diambil oleh Bank Indonesia yang secara mendadak mengatrol BI Rate sebesar 25 basis poin hingga menyentuh angka 5,5 persen. Kebijakan moneter tersebut ditetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur Mingguan Bank Indonesia yang digelar tanpa adanya sesi konferensi pers kepada media.

Selain mengerek suku bunga acuan utama, otoritas moneter tertinggi di Indonesia tersebut juga mengubah persentase instrumen keuangan lainnya. Hasil rapat memutus kenaikan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 4,50 persen serta suku bunga Lending Facility yang juga naik 25 basis poin ke level 6,25 persen.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author