Saham Intel Melonjak Pasca Kabar Kerja Sama Produksi Chip AI Google
Saham Intel Corp. mencatatkan kenaikan terbesar dalam sebulan terakhir di bursa New York setelah adanya laporan mengenai rencana kerja sama produksi chip kecerdasan buatan (AI) pesanan Google, anak perusahaan Alphabet Inc., pada Selasa (9/6/2026).
Kenaikan harga saham sebesar 13 persen menjadi US$112,37 tersebut terjadi pasca munculnya laporan dari The Information yang menyebutkan Google akan mengandalkan Intel untuk memproduksi lebih dari 3 juta chip AI khusus pada tahun 2028, sebagaimana dilansir dari Bloombergtechnoz.
Google dilaporkan bakal segera menggandeng Intel dalam memproduksi beberapa unit pemrosesan tensor (TPU) setelah berbulan-bulan menguji teknologi produsen chip tersebut. Langkah ini diambil di tengah situasi produsen chip asal Taiwan, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC), yang sedang kesulitan memenuhi permintaan atas kapasitas produksinya.
Selain Google, Nvidia Corp. dikabarkan juga sedang menguji apakah teknologi Intel dapat digunakan untuk membuat prosesor masa depan yang menggabungkan empat chip grafis menjadi satu unit. Lonjakan saham ini turut memperkuat tren positif Intel tahun ini, di mana nilai saham perusahaan telah naik sekitar tiga kali lipat setelah sebelumnya mencapai rekor tertinggi pasca rilis proyeksi penjualan yang melampaui ekspektasi Wall Street.
Kendati demikian, sejauh ini belum ada kejelasan mengenai seberapa besar porsi ketergantungan Google dan perusahaan lain pada bisnis foundry chip Intel jika dibandingkan dengan layanan pengemasan. Pihak Intel sendiri telah menyampaikan kepada investor bahwa mereka mengantongi antrean pesanan senilai miliaran dolar AS khusus untuk pekerjaan pengemasan komponen pusat data.
Pesanan sebanyak 3 juta chip ini diperkirakan belum akan langsung membalikkan kondisi bisnis manufaktur Intel yang sedang merugi karena jumlah tersebut setara dengan kapasitas produksi pabrik besar dalam sebulan atau kurang. Meski begitu, sinyal kepercayaan dari perusahaan teknologi raksasa seperti Google dinilai memperkuat status teknologi Intel dan meningkatkan peluangnya untuk menggaet pelanggan baru di masa mendatang.