Timnas Irlandia Utara Siap Menyulitkan Prancis di Stadion Decathlon Arena

Share

Manajer tim nasional Irlandia Utara Michael O'Neill mempersiapkan pasukannya untuk merepotkan tim nasional Prancis dalam pertandingan persahabatan di Stadion Decathlon Arena – Stade Pierre-Mauroy, Lille.

Pertandingan uji coba ini dimanfaatkan oleh Prancis sebagai persiapan terakhir sebelum berlaga di Piala Dunia 2026 melawan Senegal. Di sisi lain, Irlandia Utara bermodalkan kemenangan 1-0 atas Guinea melalui gol Tom Atcheson di Spanyol.

Menghadapi peringkat satu dunia, O'Neill menyadari tantangan besar yang akan memaksa anak asuhnya lebih banyak bertahan tanpa bola. Kendati demikian, sang manajer menegaskan target timnya untuk menjadi tamu yang menyulitkan bagi tuan rumah.

"We probably have to be a badly-behaved guest, really. That's what we have to aspire to do, in terms of if we can make the game difficult for France." ujar Michael O'Neill, Manajer Irlandia Utara.

Laga ini dipandang sebagai kesempatan berharga bagi para pemain Irlandia Utara untuk menguji kemampuan kolektif melawan tim kelas dunia. O'Neill juga menekankan pentingnya kesiapan mental anak asuhnya saat menghadapi atmosfer pertandingan besar.

"The most important thing is to see if your team are overawed by the situation. I think the hardest thing for any player as you step through the levels of the game is having the self-belief in yourself that you can deal with the game at this level, against players of this level, and that's what these games give us." kata Michael O'Neill, Manajer Irlandia Utara.

Bagi para pemain yang berkarier di luar kompetisi Premier League, kesempatan bertanding di level tertinggi internasional dinilai sebagai momentum langka. Panggung internasional menjadi tempat pembuktian kelayakan para pemain di level teratas.

"It doesn't come through the domestic game, but they get the opportunity to show that they can do that (on the international stage). They get the chance to be able to demonstrate that they can play the game at the top level, they can handle the game at the top level. I think the only way to do that is to be exposed to it." ucap Michael O'Neill, Manajer Irlandia Utara.

Selain itu, sang manajer menginginkan negaranya tetap mempertahankan reputasi sebagai tim yang kokoh dan tidak mudah ditundukkan oleh lawan. Identitas sebagai tim yang tangguh menjadi kebanggaan tersendiri bagi skuad Irlandia Utara.

"We pride ourselves very much on that," tambah Michael O'Neill, Manajer Irlandia Utara.

Prancis sendiri memiliki kedalaman skuad luar biasa di bawah asuhan pelatih kepala Didier Deschamps. Lini serang Prancis diperkuat Kylian Mbappe dari Real Madrid, serta trio Paris Saint Germain yaitu Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Bradley Barcola, ditambah Michael Olise, Marcus Thuram, dan Jean-Phillipe Mateta.

Sektor pertahanan Prancis diisi oleh Lucas Digne, Jules Kounde, Theo Hernandez, Lucas Hernandez, William Saliba, Dayot Upamecano, dan Ibrahima Konate. Sementara lini tengah dikawal pemain berpengalaman N'Golo Kante dari Fenerbahce bersama Adrien Rabiot, Aurelien Tchouameni, dan gelandang muda Manchester City Rayan Cherki.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author