Persija Jakarta Tumbangkan Persik Kediri di Stadion Brawijaya
Persija Jakarta berhasil menumbangkan tuan rumah Persik Kediri dengan skor 3-1 dalam laga pekan ke-33 BRI Super League di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Sabtu (16-5-2026). Dilansir dari Bola, kekalahan ini membuat tim berjuluk Macan Putih itu harus menutup laga kandang terakhir mereka musim ini dengan hasil minor.
Persik Kediri sebenarnya sempat membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-23 lewat gol sundulan kepala Jose Enrique. Namun, keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama setelah pemain muda Persija Jakarta, Rayhan Hannan, menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui tandukan kepala dua menit berselang.
Memasuki babak kedua, skuad Persik Kediri yang dimotori Hamra Hehanusa langsung menekan pertahanan tim tamu. Situasi pertandingan kemudian berbalik setelah pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memasukkan empat pemain baru yaitu Gustavo Almeida, Maxwell, Witan Sulaeman, dan Shayne Pattinawa.
Perubahan strategi tersebut membuat lini serang Persija Jakarta tampil lebih agresif. Gustavo Almeida menjadi bintang kemenangan setelah mencetak dua gol berturut-turut pada menit ke-63 dan ke-65, hanya dalam waktu sepuluh menit setelah dirinya masuk ke dalam lapangan pertandingan.
Meski timnya menelan kekalahan, pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, mengaku sangat terkesan dengan atmosfer pertandingan di stadion yang dipenuhi oleh ribuan penonton, termasuk kehadiran ratusan pendukung tim tamu, Jakmania.
"Setengah musim di sini, baru sekarang saya merasakan atmosfer sepak bola sesungguhnya. Pertandingan sangat bermutu. Vibes stadion sangat luar biasa dengan kehadiran ribuan penonton. Suporter lawan juga datang ke sini mendukung timnya. Suasana ini seperti di La Liga," kata Marcos Reina, pelatih Persik Kediri.
Arsitek tim asal Spanyol tersebut menyatakan tidak terlalu kecewa dengan hasil akhir karena mengagumi kualitas permainan yang ditunjukkan oleh tim lawan sepanjang laga berjalan.
"Saya tak begitu kecewa. Saya malah menikmati pertandingan ini. Saya akui Persija salah satu tim terbaik di Liga. Saya sangat suka dengan cara main Persija dengan style Brazilian. Permainan teknik tinggi dengan kombinasi bola-bola pendek cepat, sesekali umpan panjang akurat. Saya senang pemain Persik juga bisa mengimbangi dengan permainan tak kalah bagus," jelas Marcos Reina, pelatih Persik Kediri.
Juru taktik berusia 41 tahun itu juga menambahkan bahwa materi pemain dan kedalaman skuad yang dimiliki tim ibu kota menjadi faktor pembeda yang mengubah jalannya laga.
"Sebenarnya mereka layak jadi juara. Persija punya pemain berkualitas dan kedalaman tim bagus. Pergantian pemain merubah jalannya pertandingan," ucap Marcos Reina, pelatih Persik Kediri.
Apresiasi terhadap atmosfer meriah di Stadion Brawijaya juga disampaikan oleh penyerang asing tuan rumah, Jose Enrique, yang mencetak satu gol dalam pertandingan tersebut.
"Pertandingan luar biasa dengan suasana sangat fantastis. Seperti coach Marcos Reina, saya juga merasakan atmosfer pertandingan terbaik hari ini. Seharusnya beberapa pertandingan kandang sebelumnya seperti ini. Suasana meriah tadi membuat pemain tampil lebih semangat," kata Jose Enrique, pemain Persik Kediri.