Vidio Raih Jangkauan Kumulatif Audiens Tertinggi di Indonesia
Platform OTT karya anak bangsa, Vidio, resmi dinobatkan sebagai platform OTT dengan cumulative audience reach terbesar di Indonesia. Jangkauan luas ini berdasarkan data Nielsen Streaming Content Measurement yang dirilis oleh Nielsen Indonesia, seperti dikutip dari Bola.
Pencapaian tersebut mengukuhkan posisi Vidio sebagai platform digital dengan skala pemirsa terbesar di tanah air. Torehan ini sekaligus menjadikannya destinasi strategis bagi brand dan pengiklan untuk menjangkau konsumen secara efektif, terukur, dan berkualitas.
Pengukuran oleh Nielsen Indonesia dilakukan melalui survei di 11 kota besar yang merepresentasikan pusat pertumbuhan ekonomi, urbanisasi, serta konsumsi media utama. Wilayah tersebut meliputi Jabodetabek, Bandung, Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya (Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, Magelang, Klaten), Semarang, Surakarta, serta Gerbangkertosusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan).
Cakupan riset juga menjangkau Denpasar dan sekitarnya (Denpasar, Badung, Gianyar, dan wilayah penyangga Bali Selatan), Medan, Makassar, Palembang, hingga Banjarmasin.
"Berdasarkan Nielsen Streaming Content Measurement, Vidio merupakan platform OTT dengan jangkauan kumulatif audiens terbesar di Indonesia," Noni Ansyar, Senior Client Partner Audience Measurement Nielsen Indonesia menuturkan.
"Saat ini pengiklan tidak hanya mencari reach, tetapi juga akses terhadap household yang tepat dan engaged, dan audiens tersebut banyak berada di Vidio," tambah Noni Ansyar.
Sepanjang 2025, Vidio mencatatkan jangkauan hingga lebih dari 10,9 juta unique viewers pada segmen usia 10 tahun ke atas. Kekuatan platform ini berada pada kombinasi mass reach serta relevansi yang tinggi terhadap Gen Z yang berusia 15-29 tahun.
Komposisi pemirsa juga memperlihatkan keseimbangan gender yang kokoh di dalam rumah tangga Indonesia. Tercatat ada lebih dari 5,6 juta penonton pria dan 5,2 juta penonton wanita yang mengakses platform ini.
Data dari Nielsen memaparkan bahwa Vidio berhasil mengonsolidasikan kelompok pemirsa yang memiliki daya beli tinggi serta para pengambil keputusan belanja (decision maker). Segmen premium inilah yang menjadi prioritas utama bagi para pengiklan.
Riset tersebut menemukan lebih dari 4,8 juta audiens merupakan kelas atas hingga menengah yang membuat Vidio unggul pada segmen konsumen premium. Selain didominasi masyarakat urban yang melek digital di kota-kota besar, terdapat pula lebih dari 1,9 juta Shopping Decision Makers aktif di dalam platform.
"Pengakuan ini menempatkan Vidio sejajar dengan platform digital terdepan dunia, bukan semata karena skala, melainkan karena kekuatan konten lokal yang relevan dan engaging," kata Mutia Nandika, Chief Revenue Officer Emtek Media.
"Tayangan free-to-air dan Vidio Original Series menjadi growth driver utama di balik capaian #1 reach kami, membuktikan bahwa strategi yang berfokus pada kekuatan lokal dapat memberikan impact besar dan bersaing di level global," lanjut Mutia Nandika.
Keterikatan Pengguna yang Tinggi
Nielsen turut merekam tingkat keterikatan (engagement) pengguna Vidio yang melampaui rata-rata industri. Nilai Gross Rating atau total konsumsi Vidio berada hampir 10 kali lipat lebih tinggi dibanding platform lain pada segmen Gen Z usia 15-29 tahun.
Durasi menonton yang lebih lama ini ditopang oleh ekosistem konten yang kuat, mulai dari live sports, original series, hingga hiburan lokal. Hal tersebut memberikan dampak eksposur yang lebih optimal bagi brand.
Vidio terus memperkuat perannya sebagai penghubung antara konten premium, teknologi periklanan, dan data audiens yang kredibel. Hasil riset ini menjadi standar baru bagi ekosistem digital advertising di Indonesia.