Venezia FC Amankan Promosi ke Serie A dan Raih Investasi Rp1,82 Triliun

Share

Kabar ganda yang menggembirakan datang dari Venezia FC yang resmi menutup musim kompetisi 2025/2026. Klub sepak bola asal Kota Air tersebut tidak hanya mengamankan tiket promosi untuk kembali ke kasta tertinggi Serie A, tetapi juga memperoleh investasi strategis yang bernilai fantastis.

Seperti dilaporkan oleh Bola, klub ini mengumumkan suntikan dana segar senilai €100 juta atau berkisar Rp1,82 triliun. Investasi besar ini melibatkan sejumlah nama besar yang berpengaruh di dalam industri olahraga global.

Kepastian untuk naik kasta diperoleh setelah Venezia FC bermain imbang dengan skor akhir 2-2 saat menghadapi Spezia pada pekan lalu. Hasil satu poin tersebut sudah cukup mengunci posisi mereka di peringkat dua besar klasemen Serie B dengan menyisakan satu pertandingan.

Tim yang menggunakan Stadio Pier Luigi Penzo sebagai markasnya ini resmi kembali berkompetisi di divisi utama Italia. Keberhasilan ini diraih hanya dalam waktu satu musim setelah mereka sempat mengalami degradasi pada tahun 2025.

Di samping pencapaian di lapangan, struktur kepemilikan serta manajemen klub juga sedang mengalami transformasi besar. Rapper berkebangsaan Kanada, Drake, yang telah bergabung sebagai salah satu investor sejak 2024, memiliki andil besar dalam membawa dua sosok penting ke jajaran pimpinan.

Hubungan kerja sama antara Drake, Tim Leiweke, dan Francesca Bodie sebenarnya telah terbangun lama sebelum mereka aktif di Venezia FC. Ketiganya sudah saling mengenal sejak masa kepemimpinan di Maple Leaf Sports and Entertainment, yang kini berlanjut menjadi kolaborasi bisnis bernilai triliunan rupiah.

Tim Leiweke memiliki reputasi yang kuat dalam bidang administrasi olahraga profesional di tingkat global. Pria asal Amerika Serikat ini dikenal pernah membangun berbagai tim juara di kompetisi MLS, NBA, hingga NHL, termasuk LA Galaxy, Los Angeles Lakers, dan Toronto Maple Leafs.

Saat ini, Tim Leiweke resmi menempati posisi sebagai co-chairman Komite Operasional Venezia bersama Rob Hamwee. Sementara itu, putrinya yang bernama Francesca Bodie dipercaya menjabat sebagai Presiden klub yang baru.

Francesca Bodie menggantikan posisi Duncan Niederauer, yang kini bergeser menjadi pemegang saham minoritas. Perubahan ini menempatkan duo ayah dan anak tersebut sebagai pemegang saham luar paling besar di tubuh Venezia FC saat ini.

Di sisi lain, rekam jejak Leiweke sempat diwarnai catatan hukum saat didakwa secara pidana di Amerika Serikat pada 2025 terkait dugaan pengaturan tender pembangunan stadion Moody Center di University of Texas. Kendati demikian, ia akhirnya mendapatkan pengampunan dari Presiden Donald Trump pada tahun yang sama.

Fokus Pembangunan Infrastruktur Stadion

Kehadiran Leiweke di Italia tidak hanya sekadar membawa modal kapital yang besar. Ia datang dengan visi yang jelas untuk membawa Venezia bersaing di kasta tertinggi sepak bola Italia, serta membandingkannya dengan kesuksesan yang pernah ia raih di Amerika Utara.

Infrastruktur menjadi salah satu fokus utama yang dijanjikan oleh manajemen baru. Leiweke menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pengalaman menonton sepak bola kelas dunia bagi para pendukung Venezia FC di stadion.

Langkah prioritas tersebut diambil demi meniru keberhasilan strateginya saat membangun basis massa pendukung yang kuat untuk klub LA Galaxy dan Toronto FC.

"Kami membawa keahlian yang sama ke Venesia untuk memastikan para penggemar luar biasa VFC memiliki kandang berkelas dunia dan menjadi perlengkapan permanen di Serie A," ujar Leiweke dalam pernyataan resminya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author