Jaap Stam Desak Manchester United Segera Perjelas Kontrak Michael Carrick
Manchester United kini menghadapi risiko kehilangan Michael Carrick jika manajemen klub terus menunda kepastian mengenai masa depannya di Old Trafford. Mantan bek Setan Merah, Jaap Stam, melihat situasi ini bisa mendorong Carrick untuk mulai membuka komunikasi dengan klub lain jika statusnya tidak kunjung diperjelas.
Seperti dikutip dari Bola, Carrick saat ini tercatat hanya memiliki dua pertandingan tersisa dalam masa kontraknya. Masa bakti yang singkat ini tersisa setelah dirinya berhasil membawa Manchester United mengamankan tiket untuk kembali bersaing di kompetisi Liga Champions.
Pelatih yang kini berusia 44 tahun tersebut awalnya datang sebagai pelatih interim untuk menggantikan posisi Ruben Amorim pada awal tahun ini. Di bawah arahan Carrick, performa Setan Merah memperlihatkan peningkatan yang sangat drastis.
Manchester United saat ini berada di jalur yang tepat untuk menyegel posisi ketiga dalam klasemen Premier League. Pencapaian ini terhitung luar biasa mengingat klub baru saja menyudahi kompetisi musim lalu terpuruk di peringkat ke-15.
Walaupun kinerja Carrick memanen banyak apresiasi, kepastian masa depannya belum juga menemui titik terang. Manajemen Manchester United sampai saat ini belum memberikan pengumuman resmi mengenai sosok yang akan menjadi pelatih permanen untuk mengomandoi tim pada musim depan.
Carrick sendiri sebenarnya sempat menyatakan bahwa dirinya merasa tidak terganggu dengan ketidakjelasan situasi yang tengah dihadapi. Namun, Stam menilai bahwa momen saat ini sudah sangat mendesak bagi manajemen klub untuk segera mengambil langkah konkret.
"Dia menjalani periode yang sangat bagus dan bekerja dengan sangat baik. Jadi, saya pikir klub memang harus memberinya kontrak," kata Stam kepada ComeOn.
"Saya sulit membayangkan tidak ada pembicaraan yang berjalan sekarang. Kalau Carrick ingin melanjutkan karier sebagai manajer, dia tentu harus mulai melihat klub lain juga."
"Kalau dia ingin membangun tim di tempat lain atau mendatangkan pemain baru di klub lain, maka sekarang waktunya mengambil keputusan," lanjutnya.
Keberhasilan mengantarkan tim kembali ke panggung Liga Champions dipandang Stam sudah menjadi pembuktian yang kuat. Menurutnya, pencapaian tersebut sangat relevan untuk dijadikan alasan utama bagi manajemen dalam mempertahankan sang pelatih.
"Setelah sukses lolos ke Liga Champions, saya sulit membayangkan Manchester United tidak berbicara dengannya sekarang dan mengatakan, 'Kami ingin memberi Anda kontrak satu atau dua musim dan melihat bagaimana perkembangannya,'" ujar Stam.
Faktor Kedekatan Kultur Klub
Mantan pemain belakang asal Belanda tersebut menilai Carrick memiliki kelebihan emosional yang mendalam. Pengenalan Carrick terhadap kultur internal Setan Merah menjadi poin plus yang akan sulit ditemukan pada figur pelatih asing yang berasal dari luar klub.
"Dia mengenal klub ini dengan sangat baik. Dia tahu apa yang pernah terjadi di sini, bagaimana klub harus dijalankan, dan bagaimana rasanya menjadi pemain maupun manajer Manchester United," ulas Stam.
"Dia bisa membawa perasaan itu kepada para pemain dan menurut saya itulah yang sudah mulai dia lakukan."
"Dengan dukungan orang-orang yang tepat di jajaran direksi, Carrick bisa berkembang menjadi pelatih yang sangat sukses untuk klub," imbuhnya.
Di tengah situasi pelatih yang belum menentu, kubu Setan Merah juga terus dirumorkan berminat mendatangkan manajer Bournemouth, Andoni Iraola. Iraola sendiri sudah memberikan konfirmasi resmi mengenai keputusannya untuk menyudahi kerja sama dengan Bournemouth begitu musim ini berakhir.
Meski begitu, juru taktik berkebangsaan Spanyol tersebut masih enggan memberikan komentar lebih jauh mengenai pelabuhan karier selanjutnya.
"Saya tidak terburu-buru. Saya tidak akan membicarakan masa depan saya," kata Iraola.
"Saya sepenuhnya fokus menutup musim ini dengan sesuatu yang layak untuk para pemain dan suporter Bournemouth," ungkapnya.
Iraola memaparkan bahwa langkah untuk angkat kaki dari Bournemouth bukanlah sebuah pilihan yang mudah. Namun, dirinya kini merasa jauh lebih plong setelah keputusan tersebut resmi disampaikan kepada publik.
"Itu bukan keputusan mudah, tetapi setelah keputusan diambil, Anda merasa lega," ujarnya.
"Saya rasa kami memanfaatkannya dengan cara positif. Sejak hari itu, hasil kami bagus dan suasana tim juga sangat baik."
"Semua orang tahu situasinya. Hubungan kami sangat jujur dan terbuka. Semua tahu bahwa musim depan Marco Rose akan menjadi manajer Bournemouth," ucapnya.
"Kami berada dalam situasi yang baik dan bisa menggunakan hal ini secara positif," kata pelatih berusia 43 tahun itu.