Militer Israel Cegat Dua Proyektil Asal Lebanon di Wilayah Yiftah
Militer Israel berhasil mencegat dua proyektil yang melintasi wilayahnya dari arah Lebanon pada Minggu (7/6/2026). Serangan udara tersebut memicu aktifnya sirine peringatan di kawasan Yiftah dan Ramot Naftali.
Peristiwa ini menandakan bahwa bentrokan antara militer Israel dan Hizbullah masih terus berlanjut tanpa henti, sebagaimana dilansir dari Detikcom melalui laporan Reuters. Pihak Hizbullah secara tegas menolak usulan gencatan senjata yang dikaitkan dengan pelucutan senjata mereka.
Kelompok militan Lebanon tersebut menuntut agar Israel terlebih dahulu menghentikan seluruh serangan udara. Selain itu, Israel juga didesak untuk menarik mundur seluruh pasukannya dari wilayah Lebanon selatan.
Di sisi lain, Iran menetapkan syarat khusus terkait situasi di Lebanon untuk kesepakatan perdamaian apa pun dengan Amerika Serikat. Teheran meminta gencatan senjata segera diberlakukan antara Israel dan Hizbullah yang merupakan sekutu dekatnya.
Konflik ini kian memanas sejak Hizbullah resmi memasuki medan perang pada 2 Maret untuk membalas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran. Pertempuran tersebut kini telah menewaskan ribuan warga di Lebanon dan memaksa lebih dari satu juta orang mengungsi.
Sebelum ketegangan 2 Maret pun, Israel dilaporkan tetap melancarkan serangan di Lebanon meskipun ada gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat sejak November 2024. Pihak Israel berdalih bahwa gempuran mereka hanya ditargetkan pada anggota serta infrastruktur milik Hizbullah.