Timnas Indonesia Menundukkan Oman dalam Laga Persahabatan di Jakarta
Timnas Indonesia sukses memenangkan pertandingan persahabatan melawan Timnas Oman dengan skor 3-0 dalam periode FIFA Matchday Juni 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat (5/6/2026).
Kemenangan telak skuad Garuda ini diraih berkat kontribusi besar dari penjaga gawang Emil Audero Mulyadi. Dilansir dari Bola, kiper berusia 29 tahun tersebut tampil gemilang sepanjang laga dan berhasil menggagalkan eksekusi penalti Timnas Oman pada akhir babak pertama.
Performa impresif di bawah mistar gawang tersebut membuat Emil Audero Mulyadi dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga tersebut. Momen ini sekaligus memicu ingatan publik sepak bola tanah air terhadap figur bernama Mulyadi lainnya yang memiliki sejarah unik dalam pertemuan kedua tim nasional.
Pelatih Oman, Tariq Sektioui, memberikan apresiasi terhadap performa tim tuan rumah setelah menyaksikan jalannya pertandingan persahabatan tersebut secara langsung.
"Indonesia tampil kuat secara fisik, solid dalam organisasi pertahanan, serta …" kata Tariq Sektioui, Pelatih Oman.
Pertandingan ini menyisakan cerita berbeda jika dibandingkan dengan sejarah 16 tahun silam saat kedua tim bertemu dalam Kualifikasi Piala Asia 2011 di stadion yang sama pada 6 Januari 2010. Kala itu, Timnas Indonesia yang diperkuat Boaz Solossa dan rekan-rekan harus mengakui keunggulan Timnas Oman dengan skor kekalahan 1-2.
Kondisi terpuruk skuad Garuda di sepanjang babak kualifikasi saat itu memicu aksi nekat dari seorang suporter berusia 20 tahun bernama Hendri Mulyadi. Hendri memanjat pagar pembatas, mengelabui petugas keamanan, lalu masuk ke area lapangan pertandingan untuk menggiring bola.
Aksi individu tanpa alas kaki tersebut diakhirinya dengan melepaskan tendangan ke arah gawang Oman. Namun, sepakan dari pria berkacamata itu meluncur terlalu lemah sehingga dapat diamankan dengan mudah oleh penjaga gawang legendaris Oman, Ali Al-Habsi, sambil tersenyum.
Akibat hasil buruk di fase tersebut, Timnas Indonesia mengakhiri kualifikasi sebagai juru kunci Grup B dengan raihan tiga poin dari enam pertandingan. Bambang Pamungkas dan kawan-kawan pun gagal melaju ke putaran final Piala Asia 2011, yang memutus rekor selalu lolos sejak edisi 1996.
Hendri Mulyadi sempat diamankan oleh pihak kepolisian akibat tindakan menerobos lapangan tersebut sebelum akhirnya dibebaskan karena ketiadaan dasar hukum untuk penahanan lebih lanjut. Mantan Ketua Komisi Keamanan PSSI kala itu, Ashar Suryobroto, menjelaskan bahwa aparat kepolisian tidak dapat memproses kasus tersebut karena aksi menerobos lapangan belum memiliki landasan hukum yang kuat di Indonesia.