Akademisi Universitas Udayana Usulkan Bali Tiru Penghijauan Kota Yogyakarta
Dosen Universitas Udayana (Unud), I Nyoman Sunarta mengusulkan agar Bali meniru tata hijau kota Yogyakarta guna mengatasi penyusutan lahan hijau. Langkah penataan vegetasi tersebut dinilai mendesak demi menekan lonjakan suhu udara di kawasan perkotaan seperti Denpasar, Bali, pada Jumat (5/6).
Peningkatan suhu di kawasan perkotaan dipicu oleh masifnya pembangunan infrastruktur. Dilansir dari Detik Travel, Sunarta mencontohkan kawasan Malioboro di Yogyakarta yang sukses menciptakan suasana teduh melalui penanaman pohon asam secara massal.
"Silakan lihat Jogja. Itu penghijauannya di kota itu pohon asam semua. Dia kembalikan ke Belanda," ujar I Nyoman Sunarta, Dosen Universitas Udayana.
Pemilihan jenis tanaman seperti pohon asam atau celagi dianggap sangat tepat karena mengadopsi konsep tata kota sejak zaman kolonial Belanda. Pohon tersebut memiliki banyak stomata untuk menyerap karbon dioksida serta sistem perakaran yang aman bagi infrastruktur.
Berdasarkan hasil penelitian Sunarta pada tahun 2018, alih fungsi lahan menjadi kawasan beton membuat energi panas matahari tersimpan lebih lama. Karakteristik material bangunan ini memicu suhu udara perkotaan melonjak lebih tinggi dibandingkan wilayah yang kaya ruang terbuka hijau.
"Di kota temperaturnya sudah mulai meningkat tajam. Itu karena energi terperangkap di kota, nggak bisa ke mana-mana, sehingga kota menjadi semakin panas," imbuh I Nyoman Sunarta, Dosen Universitas Udayana.
Penegasan mengenai pentingnya revegetasi disampaikan sebagai solusi praktis untuk mereduksi panas kota. Namun, pemilihan jenis tumbuhan tidak boleh dilakukan sembarangan melainkan harus disesuaikan dengan kebutuhan riil lingkungan setempat.
"Kalau ingin mengurangi peningkatan temperatur di kota, ya itu penghijauan. Itu kan revegetasi. Cuma vegetasi yang kita perlukan harus vegetasi yang pilih-pilih," imbuh I Nyoman Sunarta, Dosen Universitas Udayana.
Guna mencapai hasil jangka panjang yang maksimal, Sunarta menyarankan agar penentuan jenis vegetasi kota melibatkan para ahli biologi dan lingkungan.