IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.366 Searah Bursa Asia
Indeks Harga Saham Gabungan dibuka menguat sebesar 47,98 poin atau naik 0,76 persen ke level 6.366 pada perdagangan Kamis (21/5/2026) pagi pukul 9.01 WIB.
Pergerakan indeks domestik tersebut berjalan searah dengan mayoritas bursa utama di Asia yang bergerak optimistis di zona hijau, dilansir dari Bloomberg Technoz.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume transaksi menyentuh 3,98 miliar saham dengan nilai Rp2,21 triliun setelah sepuluh menit pasar dibuka.
Aktivitas pasar modal mencatatkan frekuensi sebanyak 251.738 kali dengan rincian 181 saham menguat, 161 saham melemah, dan 220 saham bergerak stagnan.
Faktor moneter dalam negeri turut memengaruhi pasar setelah Bank Indonesia memutuskan untuk mengerek BI Rate sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen dalam RDG Mei 2026.
Langkah bank sentral tersebut dinilai menopang penguatan mata uang rupiah serta menahan laju keluarnya modal asing dalam jangka pendek.
“Kami memperkirakan IHSG masih bergerak terbatas dengan support di 6.220 dan resistance di 6.635,” mengutip riset BRI Danareksa Sekuritas.
Analis korporasi tersebut juga merekomendasikan beberapa saham pilihan untuk perdagangan hari ini yaitu OASA, MYOR, dan BBTN.
Dari pasar global, indeks Wall Street ditutup menguat didorong oleh koreksi harga minyak mentah dunia dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat.
Penurunan harga minyak dunia lebih dari 5 persen terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi dengan Iran telah mencapai tahapan final.
“Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak variatif pada kisaran support 6.200–6.250 dan resistance pada 6.400–6.450,” mengutip paparan Phintraco.
Pihak Phintraco Sekuritas menyodorkan saham PTBA, CTRA, UNVR, BBTN, dan WIIM sebagai saham pilihan hari ini.
Sentimen positif pasar juga didorong oleh penguatan nilai tukar rupiah dan kenaikan sejumlah harga komoditas global.
Namun, proses penyesuaian bobot saham yang keluar dari indeks MSCI diprediksi masih menjadi tantangan bagi pergerakan indeks.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.215–6.110 dan resistance 6.420–6.525,” tulis riset CGS International.
CGS International Sekuritas Indonesia memilih saham JPFA, CPIN, WIIM, UNVR, BMRI, dan BDMN untuk dikoleksi.
Kondisi geopolitik yang berangsur membaik dan masuknya aliran dana asing menjadi stimulus tambahan bagi pasar saham domestik.
“Untuk hari ini kami memperkirakan IHSG akan menguat,” mengutip Panin Sekuritas.
Adapun saham pilihan dari Panin Sekuritas pada perdagangan kali ini jatuh kepada PNLF, IMPC, dan ICBP.