Analisis Tulang Purba Ungkap Hubungan Manusia dan Anjing Sejak 15.800 Tahun Lalu
Kedekatan hubungan antara manusia dengan anjing terbukti telah berlangsung selama puluhan ribu tahun. Fakta ini terungkap melalui hasil analisis mendalam terhadap struktur tulang anjing purba yang ditemukan di situs Pınarbaşı, wilayah Turki tengah.
Seperti dilansir dari Detikcom, sebuah studi dalam jurnal Nature yang rilis pada 25 Maret 2026 menunjukkan bahwa anjing menjadi bagian erat dari kehidupan manusia sejak 15.800 tahun silam. Penelitian berskala besar ini telah berjalan selama beberapa dekade.
"Dua studi baru ini menyoroti hubungan yang telah menjadi bagian dari dunia sosial manusia setidaknya selama 16.000 tahun," ujar peneliti dalam laporan, yang dikutip dari Phys.org.
Bukti keberadaan anjing tertua yang hidup sekitar 15.800 tahun lalu teridentifikasi di situs Pınarbaşı, Turki tengah. Kerangka anak anjing di area tersebut ditemukan dalam kondisi terkubur secara rapi, menyerupai metode pemakaman manusia di lokasi yang sama.
Sisa tulang yang digali pada tahun 2004 tersebut awalnya diduga berasal dari anak anjing atau anak serigala. Berdasarkan data The University of Queensland, identitasnya sebagai anjing baru terkonfirmasi 20 tahun kemudian melalui analisis aDNA setelah melalui proses perbandingan selama 10 tahun.
Hasil pengujian genetika itu mengindikasikan bahwa anjing dan manusia pada masa tersebut mengonsumsi jenis makanan yang serupa. Temuan ini menegaskan kedekatan interaksi yang sudah lama terbangun di antara keduanya.
"Anjing bukan hanya hewan yang berada di sekitar perkemahan manusia. Mereka sudah menjadi bagian integral dari masyarakat manusia," tulis peneliti.
Migrasi Bersama Melintasi Benua
Pola migrasi satwa ini juga terdeteksi melalui kecocokan DNA pada temuan di Gough's Cave, Inggris, yang berusia sekitar 14.300 tahun. Data ini mengindikasikan adanya mobilisasi anjing yang mendampingi perpindahan manusia dari kawasan Eurasia menuju Eropa.
Bukti kedekatan ini semakin diperkuat oleh serangkaian temuan arkeologis lain di situs Boncuklu.
"Anjing sudah hidup berdampingan dengan manusia di wilayah yang luas dari Anatolia hingga Eropa Barat sejak akhir Zaman Es," ungkap peneliti.
Melalui dokumentasi ilmiah tersebut, eksistensi anjing terbukti telah menyatu dalam struktur komunitas manusia jauh sebelum sistem pertanian mulai berkembang.
"Pada akhir Zaman Es, anjing sudah sangat terjalin dalam kehidupan manusia dan menjadi bagian dari komunitas, membentuk ikatan yang terus berlanjut hingga sekarang," tegas peneliti.