Analis Wall Street Prediksi Pendapatan AI SpaceX Melonjak
Analis riset Wall Street memproyeksikan divisi kecerdasan buatan (AI) SpaceX akan mengalami lonjakan pendapatan hingga 100 kali lipat pada akhir dekade ini guna mengejar target valuasi US$1,8 triliun. Informasi tersebut disampaikan kepada para calon pembeli saham IPO SpaceX pada Kamis pagi, 4 Juni 2026, dilansir dari Bloombergtechnoz.
Tim riset dari Evercore ISI memperkirakan lini bisnis AI milik perusahaan roket Elon Musk tersebut mampu mencetak penjualan sebesar US$755 miliar pada tahun 2031. Nilai tersebut melonjak tajam jika dibandingkan dengan perolehan tahun lalu yang hanya berada di angka US$3,2 miliar.
Pertumbuhan masif pada sektor AI diproyeksikan bakal mendongkrak total pendapatan keseluruhan SpaceX hingga melampaui US$1 triliun pada periode tersebut. Padahal, pada tahun 2025, total pendapatan perusahaan tercatat baru menyentuh angka US$18,7 miliar.
Proses pemasaran untuk penawaran umum perdana (IPO) ini ditargetkan bernilai US$755 miliar dengan patokan harga sebesar US$135 per lembar saham. Langkah ini diprediksi akan menjadi debut pencatatan saham paling bersejarah dan terbesar sepanjang masa di pasar modal Amerika Serikat.
Lembaga riset Goldman Sachs Group Inc. juga menetapkan target jangka panjang yang tidak kalah ambisius hingga akhir dekade. Analis firma tersebut memproyeksikan total pendapatan SpaceX mampu menyentuh angka US$474 miliar pada tahun 2030 mendatang.
Pendapatan dari sektor AI diprediksi menyumbang hampir US$322 miliar dari total nilai tersebut pada tahun 2030. Sementara itu, Evercore ISI memproyeksikan total pendapatan yang sedikit lebih tinggi untuk tahun yang sama, yakni sebesar US$486 miliar dengan kontribusi AI senilai US$331 miliar.
Aliran kas masuk atau arus kas bebas positif dari SpaceX baru diproyeksikan terealisasi oleh Goldman Sachs pada tahun 2031 dengan nilai lebih dari US$72 miliar. Kondisi keuangan ini membaik setelah diperkirakan menyentuh titik terendah operasional sebesar negatif US$105 miliar pada tahun 2029.
Pergeseran struktur pendapatan internal SpaceX juga diprediksi akan terjadi secara drastis dalam beberapa tahun ke depan. Tim riset Evercore ISI memperkirakan porsi pendapatan dari sektor AI akan mendominasi hingga 74% dari total pendapatan perusahaan pada tahun 2031.
Dominasi AI tersebut berbanding terbalik dengan bisnis ruang angkasa konvensional yang diperkirakan menyusut hingga hanya menyisakan porsi 1% pada tahun 2031. Padahal, kontribusi bisnis ruang angkasa SpaceX pada tahun lalu masih berada di atas angka 20%.
Untuk unit konektivitas yang mencakup layanan internet satelit Starlink, kedua firma riset kompak memproyeksikan kenaikan penjualan menjadi lebih dari US$140 miliar pada tahun 2030. Di sisi lain, divisi roket diperkirakan menghasilkan US$8 miliar pada tahun 2030, atau naik dua kali lipat dari tahun lalu.
Lonjakan kinerja ini menuntut lonjakan belanja modal SpaceX yang diperkirakan menyentuh lebih dari US$360 miliar pada tahun 2030. Evercore bahkan memprediksi belanja modal akan membengkak hampir dua kali lipat menjadi US$732 miliar pada tahun 2031, dengan US$666 miliar dialokasikan khusus untuk AI.
Goldman Sachs memasukkan nama SpaceX ke dalam kelompok perusahaan komparatif bernilai tinggi seperti Nvidia Corp., Tesla Inc., AST SpaceMobile Inc., Rocket Lab Corp., CoreWeave Inc., Nebius Group NV, hingga Palantir Technologies Inc. Penetapan harga IPO SpaceX dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni 2026 dengan kode emiten SPCX di Nasdaq dan Nasdaq Texas.