IHSG Ditutup Melemah 1,7 Persen ke Level 5.839
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi signifikan pada penutupan perdagangan Kamis (4/6/2026) dengan penurunan sebesar 1,7 persen ke level 5.839. Dilansir dari Bloombergtechnoz, indeks saham domestik tersebut bahkan sempat merosot hingga mendekati angka 5 persen pada sesi perdagangan siang.
Meskipun kemerosotan tersebut mulai menyusut menjelang penutupan, posisi IHSG tetap menempati urutan kedua sebagai bursa dengan koreksi paling dalam di kawasan Asia. Sepanjang hari, pergerakan indeks bergerak fluktuatif dengan menyentuh titik terendah pada angka 5.644 dan membatasi lonjakan tertinggi pada posisi 5.924.
Aktivitas pasar modal mencatatkan volume perdagangan mencapai 39,68 miliar saham dengan nilai transaksi keseluruhan menyentuh Rp25,53 triliun. Transaksi tersebut berlangsung melalui frekuensi perdagangan sebanyak 2,29 juta kali.
Kondisi pasar didominasi oleh penurunan harga pada 623 saham, sementara 106 saham lainnya bergerak menguat, dan 85 saham bergerak stagnan. Sektor perindustrian, properti, serta konsumen primer menjadi penekan utama laju indeks dengan penurunan masing-masing sebesar 4,06 persen, 3,28 persen, dan 2,36 persen.
Di sisi lain, pergerakan sejumlah saham berkapitalisasi besar berhasil meredam kejatuhan indeks yang lebih dalam. Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terpantau melonjak 5,74 persen ke posisi Rp3.500 per saham, diikuti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang menguat 7,33 persen menuju Rp2.490 per saham, dan PT Timah Tbk (TINS) yang melesat 7,37 persen pada level Rp3.060 per saham.
Koreksi massal ini dipicu oleh sentimen negatif dari pelemahan mayoritas indeks bursa global serta berlanjutnya depresiasi mata uang rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup merosot 0,46 persen ke posisi Rp18.033 per dolar AS, yang menjadi level penutupan paling rendah sepanjang sejarah.
Berdasarkan hasil riset Phintraco Sekuritas, kelanjutan tekanan jual ini dipengaruhi oleh maraknya berbagai rumor di pasar domestik yang berujung pada tingginya ketidakpastian dan penurunan tingkat kepercayaan investor. Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang memicu kenaikan harga minyak global serta kekhawatiran terhadap inflasi turut memberikan tekanan tambahan bagi pasar modal.
Secara analisis teknikal, indikator menunjukkan adanya pelebaran histogram negatif MACD disertai pembentukan pola death cross pada Stochastic RSI di area pivot.
"Meskipun pelemahan IHSG berkurang dari level terendah intradaynya, namun diperkirakan pergerakan IHSG masih akan fluktuatif cenderung melemah dan menguji support di 5.700–5.800," tulis Phintraco Sekuritas.
Sementara itu, Panin Sekuritas menyatakan bahwa perhatian pasar saat ini tertuju pada dinamika internal dalam negeri. Pelaku pasar merespons negatif beberapa kebijakan domestik seperti sentralisasi ekspor, pengetatan sektor pajak UMKM, serta pelebaran defisit fiskal yang diperberat oleh koreksi nilai tukar rupiah, sekaligus mengantisipasi penilaian ulang rating obligasi Indonesia oleh lembaga S&P, Moody's, dan Fitch.
| Saham Penahan Kejatuhan | Poin Pendorong | Saham Pemberat Indeks | Poin Penekan |
|---|---|---|---|
| SMMA | 7,14 | BBRI | 14,19 |
| AMMN | 5,80 | BBCA | 9,41 |
| TLKM | 5,24 | BRPT | 8,48 |
| MDKA | 4,48 | ASII | 8,42 |
| MSIN | 4,27 | BMRI | 6,29 |
| EMAS | 3,62 | BREN | 5,93 |
| ANTM | 2,83 | CPIN | 5,55 |
| BELI | 2,11 | TPIA | 4,98 |
| ADRO | 1,70 | MORA | 4,95 |
| TINS | 1,23 | BBNI | 4,88 |
| Nama Bursa Saham | Persentase Pelemahan |
|---|---|
| KOSPI (Korea Selatan) | 1,84% |
| IHSG (Indonesia) | 1,70% |
| TW Weighted Index (Taiwan) | 1,68% |
| Hang Seng (Hong Kong) | 1,48% |
| Straits Time (Singapura) | 1,38% |
| NIKKEI 225 (Jepang) | 1,36% |
| TOPIX (Jepang) | 1,11% |
| PSEI (Filipina) | 0,69% |
| CSI 300 (China) | 0,69% |
| Shanghai Composite (China) | 0,64% |
| Shenzhen Comp. (China) | 0,41% |