Rupiah Melemah ke Level Terendah Sepanjang Sejarah Kontra Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mencatatkan posisi penutupan terlemah sepanjang sejarah setelah mengalami depresiasi sebesar 0,46 persen pada perdagangan hari Kamis, 4 Juni 2026. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Bloomberg Technoz, mata uang Garuda menyentuh angka Rp18.033 per dolar AS.
Data dari Bloomberg menunjukkan akumulasi pelemahan rupiah mencapai 1,35 persen di sepanjang pekan ini. Catatan tersebut menempatkan rupiah pada posisi kedua terbawah di kawasan Asia, tepat di atas won Korea Selatan yang mengalami penurunan nilai sebesar 2,97 persen.
Faktor eksternal berupa penguatan mata uang dolar AS serta tingginya harga minyak dunia menjadi pemicu utama fluktuasi valuta asing regional. Kondisi ini memicu arus modal asing keluar dari pasar keuangan di kawasan Asia Pasifik.
"Valuta asing regional telah tertekan oleh dolar AS yang kuat dan harga minyak yang tinggi serta arus keluar modal asing," kata Wee Khoon Chong, ahli strategi pasar senior APAC di BNY.
Sentimen negatif di pasar domestik turut diperparah oleh kekhawatiran para investor terhadap prospek ekonomi dan posisi fiskal Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Beban keuangan pemerintah kian meningkat seiring bertahannya harga minyak mentah dunia di level tinggi.
Situasi tersebut memicu munculnya kecemasan baru terkait peringkat kredit Indonesia di pasar global. Lembaga pemeringkat Fitch Ratings Inc dan Moody's Ratings bahkan telah merevisi prospek ekonomi Indonesia menjadi negatif, sementara S&P dikhawatirkan akan mengambil langkah serupa.