Volodymyr Zelensky Ajukan Pertemuan Langsung dengan Vladimir Putin
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengirimkan surat terbuka kepada Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (4/6/2026) waktu setempat yang berisi usulan untuk mengadakan pertemuan langsung demi mengakhiri konflik bersenjata antara kedua negara, seperti dilansir dari Detikcom.
Langkah diplomatik langka ini diambil di tengah eskalasi konflik yang terus memanas, di mana Ukraina menyatakan kesiapannya untuk melakukan gencatan senjata secara penuh selama proses negosiasi bilateral tersebut berlangsung.
"Ukraina mengusulkan untuk mengakhiri perang ini melalui keterlibatan langsung antara kita dan Anda. Saya mengusulkan sebuah pertemuan," kata Zelensky dalam surat tersebut.
Inisiatif dialog ini disampaikan guna meredam pertempuran yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.
"Ukraina siap untuk gencatan senjata penuh selama negosiasi berlangsung," tambahnya.
Rencana pertemuan antara kedua pemimpin negara yang sedang bertikai tersebut mendapat respons positif dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
"Saya senang mereka mungkin membicarakan tentang pertemuan. Saya pikir kami memiliki banyak peran dalam hal ini," kata Trump di Ruang Oval dilansir AFP.
Trump menilai bahwa dialog tatap muka dapat mempercepat penyelesaian krisis dan menegaskan perlunya kompromi dari kedua belah pihak untuk mencapai perdamaian.
"Saya pikir akan hebat jika mereka bertemu. Mereka harus menyelesaikannya," ujarnya.
Pemerintah Amerika Serikat mengklaim telah terlibat aktif dalam mendorong tercapainya kesepakatan tersebut, meskipun bentuk kompromi yang disarankan belum dijabarkan secara mendetail.
"Mereka berdua akan membuat kompromi, saya yang menyarankan kompromi tersebut, dan Anda tahu, kami telah banyak terlibat di dalamnya," kata Trump tanpa menjelaskan lebih lanjut bentuk kompromi yang dimaksud.
Sebelum usulan pertemuan ini mencuat, eskalasi militer sempat meningkat tajam melalui serangan udara masif yang dilancarkan oleh pasukan Rusia.
Angkatan Udara Ukraina melaporkan bahwa militer Rusia meluncurkan total 656 drone dan 73 rudal, termasuk delapan rudal hipersonik Zircon, dalam serangan semalam pada Selasa (2/6/2026).
Pihak pertahanan udara Ukraina mengklaim berhasil melumpuhkan 602 drone dan 40 rudal, sementara Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan jarak jauh berpresisi tinggi itu menyasar fasilitas industri pertahanan Ukraina.
Otoritas Ukraina mengonfirmasi bahwa rentetan serangan rudal dan drone yang menghantam sejumlah kota termasuk Kyiv tersebut mengakibatkan sedikitnya 11 orang tewas dan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka.